Literasi dan Arsip Kini Serba Digital, DPK Bontang Siapkan 5 Program Baru

8 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus mendorong pengembangan layanan berbasis teknologi melalui peluncuran lima inovasi digital baru.

Program tersebut difokuskan untuk memperluas literasi masyarakat sekaligus mempermudah akses arsip secara digital.

Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan inovasi menjadi langkah penting agar pelayanan pemerintah mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.

“Tahun 2026 menjadi momentum bagi kami untuk melakukan lompatan besar dalam pelayanan informasi. Kami meluncurkan lima program utama yang semuanya bertujuan meningkatkan literasi dan kemudahan akses arsip masyarakat,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan ialah “Koin Melisa” atau Konten Literasi dan Arsip. Program ini menghadirkan konten edukatif berbasis digital dengan tampilan lebih menarik dan interaktif.

“Melalui Koin Melisa, kami ingin konten literasi dan arsip tidak lagi dianggap membosankan. Kami sajikan dalam bentuk yang lebih interaktif agar masyarakat tertarik untuk belajar,” katanya.

Selain itu, DPK Bontang juga menghadirkan “Kois Emas”, yakni konten edukatif bertema nasional lengkap dengan kuis interaktif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi.

Sementara itu, program “Sersan Ardan” dikembangkan sebagai ruang berbagi pengalaman dan inspirasi dari arsiparis teladan secara daring. Program tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat terkait pentingnya pengelolaan arsip.

“Inovasi ini bukan hanya untuk pegawai internal, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat agar lebih dekat dengan dunia literasi dan kearsipan,” jelas Retno.

DPK Bontang turut meluncurkan “O’Darling”, yakni forum diskusi kearsipan berbasis Zoom Meeting yang menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran wawasan antarpraktisi kearsipan.

Selain itu, terdapat program “Asanti”, sistem informasi terintegrasi SIKN-JIKN yang memungkinkan masyarakat mengakses arsip statis secara digital dengan lebih mudah dan cepat.

“Melalui Asanti, masyarakat bisa mengakses arsip dengan lebih cepat, mudah, dan berkelanjutan. Ini menjadi bagian dari transformasi layanan digital kami,” imbuhnya.

Retno berharap berbagai inovasi tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia literasi dan kearsipan sekaligus memperkuat pelayanan publik berbasis teknologi di Kota Bontang.

“Harapannya masyarakat semakin dekat dengan literasi dan layanan arsip digital yang lebih modern,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |