FILM horor psikologis Return to Silent Hill karya sutradara Christophe Gans akan kembali mengajak penonton menyaksikan semesta penuh teror, trauma, dan kegelapan terdalam yang tak pernah benar-benar pergi. Film yang sebelumnya sukses menghidupkan dunia Silent Hill ke layar lebar, akan tayang di bioskop pada 28 Januari ini dan dibintangi jajaran aktor berbakat, antara lain Hannah Emily Anderson, Evie Templeton, Pearse Egan, dan Eve Macklin. Mereka menghadirkan emosi intens dan ketegangan psikologis sepanjang film.
Sebagai adaptasi dari video game horor populer yang telah memiliki basis penggemar besar di seluruh dunia, film ini mempertahankan atmosfer ikonik Silent Hill penuh simbolisme, horor psikologis, dan visual mencekam. Return to Silent Hill juga menawarkan interpretasi baru yang lebih gelap dan dewasa bagi penonton masa kini.
Direktur Klik Film, Frederica, mengatakan Return to Silent Hill bukan sekadar film horor, tetapi pengalaman emosional dan psikologis yang sangat kuat. “Film ini menghadirkan ketakutan yang perlahan merayap, membuat penonton tidak hanya takut, tetapi juga ikut tenggelam dalam konflik batin karakternya. Kami yakin film ini akan sangat dinantikan oleh penggemar horor dan gamer di Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada 24 Januari 2026.
Adegan di film Return to Silent Hill. Foto: Klik Film.
Sinopsis Return to Silent Hill
Film ini mengikuti kisah James (diperankan oleh Jeremy Irvine), seorang pria yang hidupnya stagnan sejak kehilangan cinta sejatinya, Mary. Konflik dibangun ketika ia menemukan sebuah surat misterius yang seolah berasal dari Mary sampai ke tangannya, dan terdorong untuk kembali ke Silent Hill.
Silent Hill ialah sebuah kota yang pernah ia kenal, namun kini berubah menjadi labirin mimpi buruk yang diselimuti kabut, darah, dan rahasia kelam. Dalam pencariannya, James harus menghadapi makhluk-makhluk mengerikan yang seolah terlahir dari rasa bersalah dan trauma masa lalu.
Setiap sudut kota menyimpan ancaman bagi James. Semakin dirinya menjelajahi kota itu, semakin ia dekat pada kebenaran yang mengerikan dan perlahan mengikis kewarasannya. Silent Hill bukan sekadar tempat, melainkan cerminan dari dosa, kehilangan, dan rasa sakit yang belum terselesaikan.

3 days ago
16















































