BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Langkah tersebut menjadi salah satu fokus utama DPK Bontang guna memastikan pelayanan informasi kepada masyarakat berjalan lebih profesional, cepat, dan sesuai prinsip keterbukaan informasi publik.
Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan kualitas SDM memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan layanan informasi di lingkungan pemerintah daerah.
“Upaya ini kami fokuskan untuk memastikan seluruh personel SDM PPID memiliki pemahaman dan keterampilan yang relevan dalam pengelolaan layanan informasi publik. Kami tidak ingin hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi harus ada kualitas yang terukur,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Retno menjelaskan, penguatan kapasitas SDM dilakukan melalui berbagai program seperti pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), workshop, hingga kegiatan berbagi pengetahuan antarpegawai.
Menurutnya, pelatihan dan bimtek menjadi bagian penting agar petugas mampu memahami regulasi keterbukaan informasi publik sekaligus menerapkannya sesuai standar pelayanan yang berlaku.
“Melalui pelatihan dan bimtek, kami ingin meningkatkan kompetensi teknis serta pemahaman mendalam mengenai regulasi keterbukaan informasi. Petugas harus memahami apa yang menjadi hak masyarakat dan kewajiban pemerintah,” katanya.
Selain penguatan regulasi, workshop juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan praktis pegawai, terutama dalam pengelolaan data dan pelayanan informasi berbasis digital.
Hal tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik berbasis teknologi.
Tak hanya itu, DPK Bontang juga membangun budaya sharing knowledge di lingkungan internal organisasi. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan SDM yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin SDM di PPID tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Budaya belajar bersama harus terus dibangun,” jelasnya.
Retno berharap seluruh upaya penguatan kapasitas SDM tersebut dapat berdampak pada peningkatan kualitas layanan informasi publik sekaligus memperkuat indeks keterbukaan informasi di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan informasi yang profesional, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)


















































