BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus memperkuat budaya literasi anak melalui berbagai program kreatif dan edukatif.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus membangun generasi yang cerdas dan gemar membaca.
Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan penguatan literasi anak menjadi investasi penting bagi masa depan daerah.
Salah satu program yang dijalankan yakni “Donat” atau Dongeng Anak Bontang. Program ini menghadirkan kegiatan mendongeng sebagai media edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Anak-anak perlu dikenalkan dengan budaya membaca melalui pendekatan yang menarik dan menyenangkan. Dengan metode dongeng, mereka lebih mudah tertarik untuk membaca dan belajar,” ujar Retno, Senin (11/5/2026).
Selain Donat, DPK Bontang juga memiliki program “Bakul Terasi” atau Bank Buku Wujudkan Literasi yang bertujuan memperluas akses bahan bacaan bagi masyarakat.
Menurut Retno, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kami ingin buku semakin mudah diakses masyarakat. Literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Ia menilai peningkatan budaya literasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Karena itu, DPK Bontang terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan literasi agar masyarakat, khususnya anak-anak, semakin akrab dengan budaya membaca.
“Kami berharap anak-anak di Bontang tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, kritis, dan memiliki wawasan luas,” pungkasnya. (*)


















































