BONTANGPOST.ID, Bontang – Sebanyak 728 santri Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA) mengikuti Wisuda Santri BKPRMI Kota Bontang Tahun 2026 di Masjid Baiturrahman, Kompleks PT Pupuk Kalimantan Timur, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Ketua DPD BKPRMI Kota Bontang Atim Prasojo, Wakil Ketua DPW BKPRMI Kalimantan Timur Endro S. Efendi, para ustaz dan ustazah, orang tua santri, serta tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi yang menunjukkan capaian terbaik selama mengikuti pendidikan Al-Qur’an. BKPRMI Bontang juga memberikan apresiasi kepada para ustaz dan ustazah yang telah memenuhi standar kompetensi organisasi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka membina generasi Qurani.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi kepada BKPRMI, guru ngaji, dan orang tua yang telah berperan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.
Menurut Neni, pendidikan Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berakhlak mulia dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat.
Suasana semakin hangat ketika Neni mengajak para santri berinteraksi secara langsung. Salah seorang santri dipanggil ke depan untuk menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan menjawab pertanyaan seputar doa harian.
Dengan penuh percaya diri, santri tersebut mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan baik dan lancar. Atas kemampuan yang ditunjukkan, Wali Kota Bontang memberikan hadiah uang tunai yang diserahkan langsung di hadapan peserta.
Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang memenuhi Masjid Baiturrahman.
Mewakili pengurus BKPRMI Kalimantan Timur, Wakil Ketua DPW BKPRMI Kaltim Endro S. Efendi menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak yang diwisuda adalah harapan masa depan umat dan bangsa. Jangan berhenti belajar setelah wisuda. Teruslah membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Endro juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Bontang terhadap pendidikan keagamaan, khususnya melalui program insentif bagi guru ngaji.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kota Bontang Atim Prasojo mengatakan wisuda santri merupakan momentum penting untuk memberikan penghargaan kepada santri, guru, dan orang tua atas proses pendidikan Al-Qur’an yang telah dijalani bersama.
Ia berharap para santri dapat terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an serta menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Prosesi wisuda menjadi puncak acara. Satu per satu santri mengikuti pengukuhan sebagai tanda telah menyelesaikan tahapan pendidikan Al-Qur’an. Suasana haru dan bangga tampak menyelimuti para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka menerima penghargaan atas capaian yang diraih.
Melalui kegiatan ini, BKPRMI Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (*)


















































