BONTANGPOST.ID, Bontang – Program bantuan seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kota Bontang mulai memasuki tahap produksi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan proses penjahitan seragam bagi siswa SD dan SMP telah berjalan dan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.
Sekretaris Disdikbud Bontang Saparuddin, mengatakan sebagian besar proses pengukuran ukuran badan siswa telah selesai dilakukan. Saat ini, produksi seragam untuk siswa lama mulai berjalan di sejumlah sekolah.
“Untuk siswa lama sudah dalam proses produksi. Pengukuran sebagian besar sudah selesai dilakukan,” ujarnya.
Menurut Saparuddin, pengukuran seragam telah tuntas di seluruh sekolah negeri. Hanya tersisa tujuh siswa di SDN 001 Bontang Barat yang belum menyelesaikan proses tersebut.
Sementara di sekolah swasta, pengukuran juga telah dilakukan di sejumlah sekolah, di antaranya SD YPK 1 dan 2, SD Yabis, SD YPVDP, SD Cahaya Fikri, serta SD Assyammil.
Tak hanya menyediakan seragam sekolah, program bantuan tahun ini juga mencakup tas dan sepatu bagi siswa. Disdikbud menargetkan seluruh perlengkapan dapat didistribusikan secara bertahap menjelang atau saat awal tahun ajaran baru.
Untuk siswa baru, proses produksi masih menunggu data dan hasil pengukuran dari masing-masing sekolah. Meski menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi, pemerintah memastikan kualitas perlengkapan tetap dipertahankan.
Program bantuan pendidikan ini didukung anggaran sekitar Rp11 miliar dan melibatkan sekitar 600 penjahit lokal. Pelibatan penjahit lokal dilakukan untuk mempercepat penyelesaian produksi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat Bontang.
Sebelumnya Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, menegaskan program seragam gratis tidak hanya bertujuan meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Program ini bukan hanya membantu kebutuhan pendidikan anak-anak kita, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Bontang. Karena itu kami melibatkan ratusan penjahit lokal agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” ujar Neni.
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memulai tahun ajaran baru dengan perlengkapan sekolah yang layak.
“Kami ingin tidak ada lagi anak yang terkendala perlengkapan sekolah. Pendidikan harus bisa diakses secara merata dan berkualitas,” tambahnya. (ak)


















































