BONTANGPOST.ID, Bontang – Neni Moerniaeni menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang pria membaca doa berbuka puasa sambil menyelipkan kata-kata tidak pantas di media sosial.
Wali Kota meminta agar pria dalam video tersebut bersama teman-temannya mendapatkan pembinaan atas tindakan yang dilakukan.
Menurut Neni, doa seharusnya tidak dijadikan bahan candaan, apalagi direkam menjadi konten dan disebarkan di media sosial.
“Saya serahkan kepada pihak yang berwajib untuk melakukan pembinaan mental,” ujarnya.
Ia menilai peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama mereka yang terlibat dalam video tersebut, agar lebih menghormati hal-hal yang berkaitan dengan ibadah.
Neni juga mengingatkan masyarakat agar tidak memainkan atau memplesetkan doa, termasuk doa berbuka puasa yang biasa dibaca umat Muslim saat Ramadan.
“Jangan sampai ada yang mengikuti. Saya harap tidak ada lagi orang lain yang melakukan hal seperti itu,” katanya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membaca doa berbuka puasa sambil menyelipkan kata-kata kasar viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari warganet.
Dalam video tersebut, pria itu awalnya diminta membaca doa berbuka puasa. Namun saat melafalkannya, ia justru menyisipkan kata-kata yang dinilai tidak pantas.
Sementara itu, pihak kepolisian masih menelusuri identitas pria dalam video tersebut.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim AKP Randy Anugrah mengatakan, berdasarkan informasi awal pria tersebut diduga merupakan warga Bontang.
“Menurut anggota saya, orang tersebut sering mengamen di depan Masjid Al-Hijrah Bontang,” ujar Randy, Senin (9/3/2026). (*)


















































