Truk Mengular di SPBU Tanjung Laut Bontang, Kuota Solar Disinyalir Dipangkas

7 hours ago 2

BONTANGPOST.ID, Bontang Antrean panjang kendaraan, khususnya truk pengangkut, di SPBU Tanjung Laut mendapat perhatian Pemerintah Kota Bontang. Dugaan sementara, kondisi ini dipicu oleh berkurangnya pasokan bahan bakar jenis solar.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan sejak Rabu (22/4/2026). Jika kondisi tidak kunjung membaik, pembahasan lintas instansi akan segera dilakukan.

“Kami akan lakukan monitoring lagi pekan depan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Arif mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait persoalan tersebut. Berdasarkan informasi awal, terjadi pengurangan kuota distribusi solar ke SPBU Tanjung Laut, dari 16 kiloliter per hari menjadi 8 kiloliter.

Namun demikian, ia belum dapat memastikan penyebab pengurangan tersebut karena sepenuhnya menjadi kewenangan Pertamina.

“Ini baru informasi awal, nanti akan kami dalami lagi,” katanya.

Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa antrean panjang dipicu keterlambatan distribusi di SPBU Akawy selama satu hari. Dampaknya, kendaraan menumpuk di SPBU lain, termasuk Tanjung Laut. Namun antrean masih terjadi hingga kini.

Terkait pengaturan antrean, pemerintah menyerahkan teknisnya kepada instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Bontang. Sebelumnya, skema antrean sempat diatur melalui informasi di media sosial untuk mengurai kepadatan.

“Untuk pengaturan antrean bisa dikonfirmasi ke instansi terkait,” jelasnya.

Di sisi lain, kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh pemerintah pusat juga turut menjadi sorotan. Saat ini, harga Pertamax berada di kisaran Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp19.850, dan Dexlite Rp24.150 per liter, naik signifikan dari harga sebelumnya. (ak)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |