Dana Operasional Belum Cair, Dapur MBG Bontang Selatan 05 Setop Sementara

2 days ago 17

BONTANGPOST.ID, Bontang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05 untuk sementara dihentikan sejak Rabu (10/6/2026). Penghentian layanan dipicu belum cairnya dana operasional dari pemerintah pusat ke rekening virtual account pengelola dapur.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan SPPG Bontang Selatan 05 Yayasan Ainia Rasiyifa Lil Ummah Nomor 01/SPb/SPPGBS05/VI/2026 tertanggal 9 Juni 2026.

Koordinator SPPG Bontang Selatan 05, Aldila Huud, membenarkan penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut. Menurutnya, kendala yang dihadapi murni disebabkan keterlambatan pencairan dana operasional.

“SPPG Bontang Selatan 05 sementara berhenti karena dana operasional belum masuk. Untuk kapan kembali beroperasi, kami masih menunggu perkembangan proses pencairan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Aldila mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Saat ini, proses pendataan terhadap dapur MBG yang belum menerima pencairan dana masih berlangsung.

Berdasarkan informasi yang diterima pengelola, pencairan dana operasional berpotensi dilakukan dalam waktu dekat.

“Kemarin sudah dilakukan pendataan dapur yang belum menerima dana. Kalau prosesnya lancar, kemungkinan pencairan bisa dilakukan Kamis atau Jumat ini,” katanya.

Ia menjelaskan mekanisme pendanaan program MBG dilakukan melalui pemantauan saldo operasional setiap dapur oleh pemerintah pusat. Ketika saldo berada di bawah batas tertentu, pemerintah akan melakukan penambahan dana untuk menjaga kelancaran operasional.

“Biasanya ketika saldo berada di bawah Rp150 juta hingga Rp200 juta akan dilakukan top up sampai sekitar Rp500 juta. Kemungkinan kali ini ada kendala administrasi atau pendataan sehingga pencairannya terlambat,” jelasnya.

Aldila menegaskan persoalan keterlambatan dana operasional hanya terjadi di SPPG Bontang Selatan 05. Sementara dapur MBG lainnya di Kota Bontang masih beroperasi normal.

“Kalau yang terkendala dana operasional di Bontang Selatan baru dapur lima. Dapur lainnya masih berjalan,” terangnya.

Penghentian layanan juga berdampak pada tenaga kerja yang bertugas di dapur tersebut. Selama operasional dihentikan, para pekerja untuk sementara diliburkan karena sistem honor mengikuti aktivitas dapur.

“Karena operasional berhenti, tenaga kerja sementara diliburkan. Sistem honornya memang mengikuti kegiatan operasional dapur,” tambahnya.

Berdasarkan data SPPG Bontang Selatan 05, sebanyak 2.398 penerima manfaat terdampak penghentian sementara layanan tersebut. Mereka terdiri dari siswa, guru, tenaga nonkependidikan, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Distribusi MBG dari dapur tersebut mencakup sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan di Bontang Selatan, termasuk layanan untuk beberapa posyandu yang melayani ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |