BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menegaskan skema penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi tidak hanya bergantung pada Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sekretaris Disdikbud Bontang Saparuddin, menjelaskan komposisi penilaian menggunakan 70 persen nilai ujian sekolah bersama dan 30 persen nilai TKA. Menurutnya, skema ini diterapkan untuk menjaga keadilan dalam proses seleksi.
“Nilai TKA memang tidak masuk ke dalam ijazah, yang tercatat tetap nilai ujian sekolah. Namun untuk seleksi, kita kombinasikan agar lebih adil,” ujarnya.
Ia menilai, jika seleksi hanya mengandalkan TKA, berpotensi menimbulkan ketimpangan hasil. Pengalaman sebelumnya di jenjang SMA/SMK menunjukkan nilai siswa bisa turun drastis jika hanya bertumpu pada satu jenis tes.
“Kalau hanya TKA yang digunakan, hasilnya bisa tidak merata dan berpotensi menimbulkan polemik,” katanya.
Saparuddin menjelaskan, TKA hanya menguji dua aspek utama, yakni literasi dan numerasi. Sementara ujian sekolah bersama mencakup lebih banyak mata pelajaran dengan bobot penilaian yang lebih komprehensif.
Selain itu, penerapan ujian bersama juga bertujuan menyamakan standar mutu antar sekolah di Bontang. Pasalnya, jika ujian dilakukan masing-masing sekolah, akan sulit membandingkan hasil secara objektif.
“Dengan ujian bersama, semua punya standar yang sama,” tambahnya.
Terkait anggapan bahwa soal TKA terlalu sulit atau setara olimpiade, Saparuddin membantah. Ia menyebut soal disusun oleh guru-guru terpilih dari berbagai daerah, termasuk Bontang, dengan kualitas yang terus ditingkatkan.
Menurutnya, peningkatan kualitas soal justru menjadi tantangan bagi tenaga pendidik untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. (ak)


















































