Samarinda Half Marathon Batal Digelar, Dua Terduga Penyelenggara Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

8 hours ago 6

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Batalnya pelaksanaan Samarinda Half Marathon yang sempat viral di media sosial memasuki babak baru. Dua orang yang diduga sebagai penyelenggara akhirnya menyerahkan diri dan memenuhi panggilan penyidik Polresta Samarinda setelah ribuan peserta mengaku mengalami kerugian akibat event yang gagal digelar tersebut.

Kedua terduga, yakni perempuan berinisial NO (32) dan laki-laki berinisial AW (36), datang ke Polresta Samarinda pada Selasa (23/6) malam didampingi kuasa hukum mereka, Tino Heidel Lampulembang. Keduanya langsung menjalani pemeriksaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini mencuat setelah event Samarinda Half Marathon yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) gagal terlaksana. Kekecewaan peserta mulai memuncak sehari sebelumnya saat jadwal pengambilan racepack dan starter kit di kawasan Taman Bebaya, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang.

Saat mendatangi lokasi pada Jumat (19/6/2026) sore, para peserta tidak menemukan panitia maupun aktivitas penyelenggaraan. Tenda yang sebelumnya diinformasikan menjadi lokasi distribusi perlengkapan lomba juga dalam keadaan kosong.

Kondisi tersebut memicu keresahan peserta, terutama mereka yang datang dari luar daerah dan telah mengeluarkan biaya pendaftaran, transportasi, hingga akomodasi.

Dani (30), salah seorang peserta kategori 21 kilometer, mengaku mendaftar sejak Desember 2025 setelah melihat promosi event tersebut di media sosial. Ia bahkan mengajak tujuh rekannya untuk ikut serta.

“Saat itu sudah ada ribut-ribut, saya pikir biasa saja. Ternyata panitia sudah tidak ada, tenda panitia juga sudah enggak ada. Dan tidak ada konfirmasi sama sekali,” ujarnya.

Merasa dirugikan, Dani bersama sejumlah peserta lain mendatangi Polresta Samarinda untuk melaporkan kejadian tersebut. Menurutnya, sekitar 18 peserta dari berbagai daerah turut datang ke kantor polisi.

“Setahu saya ada yang dari Tenggarong, Palu, Jakarta, sampai Morowali. Kalau total peserta berdasarkan media sosial event itu sekitar 1.900 orang,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum kedua terduga penyelenggara, Tino Heidel Lampulembang, menyatakan kliennya datang secara sukarela untuk memenuhi panggilan penyidik pada Rabu (24/6/2026) dini hari.

“Kami mendampingi klien untuk memenuhi panggilan dari penyidik Polresta Samarinda guna dilakukan pemeriksaan. Mereka kooperatif mengikuti proses yang sedang berjalan,” ujarnya.

Menurut Tino, kliennya sempat tidak berani muncul ke publik setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Selain itu, salah satu kliennya, NO, diketahui sedang dalam kondisi hamil.

“Mereka sempat ketakutan setelah peristiwa ini viral. Karena itu baru sekarang kami dampingi untuk datang dan memberikan keterangan kepada penyidik,” jelasnya.

Kedua terduga masih menjalani pemeriksaan di Polresta Samarinda. Polisi kini mendalami berbagai keterangan guna mengungkap penyebab gagalnya pelaksanaan Samarinda Half Marathon yang telah menimbulkan kerugian dan kekecewaan bagi para peserta. (sapos/kpg)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |