BONTANGPOST.ID, Bontang – PT Indominco Mandiri (IMM) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menggelar aksi penanaman bibit pohon dan transplantasi terumbu karang, Rabu (24/6/2026).
Mengusung tema Saatnya Bekerja untuk Iklim, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemulihan ekosistem secara berkelanjutan.
Penanaman pohon dilakukan di kawasan operasional perusahaan. Sementara transplantasi terumbu karang dilaksanakan di perairan Arboretum Terumbu Karang yang berada di sekitar wilayah kerja PT IMM.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen perusahaan, di antaranya Head of External Relation Hasto dan Kepala Teknik Tambang Edy Susanto. Turut hadir Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bontang Heru Triatmojo, serta Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Debora Kristin.
Mewakili manajemen PT IMM Edy Susanto menjelaskan program transplantasi terumbu karang telah dijalankan sejak 2019. Program tersebut sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi Covid-19 sebelum kembali dilanjutkan pada 2022 hingga sekarang.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, baik di wilayah daratan maupun perairan.
Selain menjalankan program konservasi, PT IMM juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam upaya perlindungan lingkungan.
“PT Indominco Mandiri bersama seluruh mitra kerja akan terus berupaya memberikan yang terbaik, terutama dalam aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi upaya yang dilakukan perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem laut.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Bontang, luas terumbu karang di perairan Bontang mencapai sekitar 3.499 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.200 hektare telah mendapatkan penanganan melalui program transplantasi.
Meski demikian, masih terdapat kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan. Salah satu penyebabnya adalah praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak yang pernah marak terjadi pada masa lalu.
“Dampaknya masih terasa sampai sekarang. Karena itu, upaya pemulihan seperti yang dilakukan PT IMM ini sangat penting,” kata Neni.
Menurutnya, keberadaan terumbu karang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Selain menjadi habitat berbagai biota laut, terumbu karang juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak ikan yang berkontribusi terhadap peningkatan hasil tangkapan nelayan.
“Kalau ekosistem laut terjaga, hasil laut juga akan meningkat. Ini tentu berkaitan dengan ketahanan pangan kita ke depan,” pungkasnya. (*)


















































