BONTANGPOST.ID, Kukar – Patung Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, setinggi 12,5 meter resmi berdiri di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (27/1/2026).
Monumen tersebut tercatat sebagai patung Bung Karno tertinggi di luar Pulau Jawa dan ditetapkan sebagai ikon baru wisata sejarah di kawasan yang dikenal sebagai Kota Juang.
Peresmian patung yang terintegrasi dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sangasanga ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menghidupkan kembali ruang publik berbasis sejarah, edukasi, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kawasan RTH Sangasanga dirancang sebagai pusat aktivitas sosial, budaya, dan pariwisata, sekaligus pengingat peran penting Sangasanga dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Patung Bung Karno tampil megah dengan gestur tangan mengepal dan pandangan mengarah ke kejauhan. Sosok Proklamator Republik Indonesia itu digambarkan mengenakan seragam lengkap dan peci, merepresentasikan karakter Soekarno sebagai pemimpin revolusioner, orator ulung, serta penggagas Pancasila.
Prosesi peresmian dihadiri anggota DPRD Kalimantan Timur, DPRD Kukar, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan keluarga Bung Karno. Penutup patung dibuka menggunakan drone dan disaksikan langsung oleh masyarakat yang memadati kawasan RTH.
Perwakilan keluarga Bung Karno, Djarot Saiful Hidayat, yang hadir mewakili Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar, mengapresiasi inisiatif Pemkab Kukar. Ia menyebut Patung Bung Karno di Sangasanga sebagai salah satu karya terbaik yang pernah ia lihat.
“Saya sudah berkeliling ke banyak daerah, dan ini termasuk patung Bung Karno yang sangat bagus. Karya ini dibuat oleh seniman Pak Sunaria dari Bandung, yang juga membangun patung Proklamator di Cengkareng,” ujarnya.
Menurut Djarot, keberadaan patung Bung Karno tidak sekadar simbol fisik, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar tidak melupakan perjuangan bangsa.
Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menegaskan pengembangan kawasan RTH Sangasanga masih akan berlanjut. Sejumlah fasilitas pendukung, seperti musala dan penataan area UMKM, tengah disiapkan agar kawasan semakin nyaman dan tertata.
Pemkab Kukar juga menyiapkan agenda seni dan budaya rutin untuk menghidupkan kawasan tersebut, salah satunya melalui program “Soekarno Night” yang direncanakan digelar secara berkala.
Total anggaran pengembangan kawasan RTH dan Patung Bung Karno mencapai hampir Rp30 miliar, dengan porsi terbesar untuk pembangunan ruang terbuka hijau. Pemkab Kukar memastikan pembangunan ikon daerah ini diiringi pemerataan infrastruktur di wilayah sekitarnya.
Anggota DPRD Kukar Rahmat Dermawan menyebut pembangunan Patung Bung Karno dan RTH Sangasanga sebagai bentuk hadiah pemerintah daerah bagi masyarakat, sekaligus penegasan identitas Sangasanga sebagai Kota Juang.
Selain nilai historis, kawasan ini juga diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. (KP)














































