BONTANGPOST.ID, Bontang – Minimnya penerangan di kawasan wisata Mangrove Berbas Pantai dikhawatirkan memicu aktivitas negatif sekaligus mengganggu rasa aman pengunjung, terutama saat sore hingga menjelang Magrib.
Salah seorang pengunjung lokal, Andi Muhammad Awaluddin Alhaq, menilai kondisi penerangan di kawasan tersebut masih jauh dari memadai. Ia menyebut, sejumlah lampu di area jembatan panjang tidak berfungsi, sementara di beberapa titik lainnya hampir tidak terdapat penerangan sama sekali.
“Kalau sore ke Magrib kawasan ini gelap. Banyak lampu yang mati,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuka peluang terjadinya aktivitas negatif. Terlebih, masih kerap ditemukan pengunjung yang bertahan di kawasan mangrove hingga melewati jam operasional.
Ia menilai tanpa penerangan yang memadai, kawasan wisata tersebut tidak lagi ramah bagi keluarga dan anak-anak, serta rawan disalahgunakan.
“Kalau gelap dan tidak diawasi, itu bisa jadi peluang untuk kejahatan dan aktivitas negatif lainnya,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang Eko Mashudi, menjelaskan bahwa fasilitas penerangan sebenarnya telah dipasang. Namun, instalasi kabel kerap menjadi sasaran pencurian oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Lampu sudah ada, tapi kabelnya sering diambil,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (30/1/2025).
Eko menambahkan, jam operasional kawasan wisata Mangrove Berbas Pantai dibatasi mulai pukul 07.00 hingga 19.00. Setelah jam tersebut, akses menuju lokasi akan ditutup.
Sebagai langkah antisipasi, Dispopar telah memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis serta menempatkan satu petugas penjaga di kawasan tersebut. Ke depan, pihaknya juga berencana melakukan perbaikan sistem penerangan serta menambah tenaga pengawas melalui skema outsourcing.
“Semua akan kami benahi demi keamanan dan kenyamanan pengunjung,” pungkasnya. (*)














































