BONTANGPOST.ID, Bontang – Perumda Tirta Taman Bontang mengusulkan pembangunan Water Treatment Plant (WTP) baru serta penambahan sumur air baku di kawasan Bontang Lestari. Usulan ini dinilai mendesak untuk mengantisipasi potensi defisit air bersih seiring meningkatnya kebutuhan di kawasan industri, perkantoran, hingga lembaga pemasyarakatan.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman Bontang, Suramin, mengatakan kapasitas produksi air bersih di Bontang Lestari saat ini sudah berada di batas maksimal. WTP eksisting sebelumnya memiliki kapasitas 30 liter per detik dan telah ditingkatkan menjadi sekitar 40–42 liter per detik. Namun, peningkatan lanjutan tidak lagi memungkinkan.
“Kapasitas yang ada ini sudah mentok. Sementara kebutuhan air terus meningkat karena kawasan industri di Bontang Lestari sekarang beroperasi 24 jam,” ujar Suramin.
Saat ini terdapat tiga sumur aktif di kawasan tersebut, namun total debit air yang dihasilkan masih terbatas. Potensi air tanah di Bontang Lestari juga dinilai tidak terlalu besar, sehingga penambahan sumur harus dilakukan secara selektif.
“Total debitnya sekitar 40 liter per detik, bukan per sumur. Memang kecil karena potensi air tanahnya terbatas,” jelasnya.
Sebagai solusi, Perumda Tirta Taman mengusulkan pembangunan WTP baru dengan kapasitas 50 liter per detik serta penambahan satu unit sumur air baku berkapasitas sekitar 25 liter per detik. Lokasi pembangunan direncanakan berada di area WTP eksisting agar lebih efisien dari sisi jaringan dan operasional.
“Insyaallah kami usulkan WTP baru. Lokasinya tetap di tempat yang sudah ada karena infrastrukturnya sudah siap,” tuturnya.
Suramin menegaskan, ketersediaan cadangan air baku sangat penting untuk menjaga kontinuitas pelayanan air bersih. Tanpa penambahan kapasitas, risiko penurunan tekanan air hingga pengurangan jam layanan tidak dapat dihindari.
“Kalau tidak ada peningkatan, yang terganggu nanti jam layanan. Padahal masyarakat dan industri menuntut pelayanan 24 jam,” terangnya.
Ia juga menyebut penyediaan sumber air baku pada prinsipnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih memfokuskan programnya pada pembangunan bendung Sungai Bontang.
“Untuk Bontang sendiri, kami berharap bisa diakomodir melalui APBD,” pungkasnya. (ak)














































