BONTANGPOST.ID, Bontang – Bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk Kota Bontang dipastikan mengalami penurunan signifikan. Dari total usulan yang diajukan sebesar Rp880 miliar, Pemkot Bontang diperkirakan hanya akan menerima sekitar 10 persen atau Rp88 miliar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang, Syahruddin, membenarkan hal tersebut. Namun, hingga kini pihaknya belum memperoleh rincian kegiatan apa saja yang akan diakomodasi dalam bankeu tersebut.
“Kami mengajukan Rp880 miliar, tapi kemungkinan yang terealisasi hanya sekitar Rp88 miliar,” ujar Syahruddin.
Ia menjelaskan, fokus utama bankeu yang disetujui masih berkaitan dengan pembangunan, khususnya penanggulangan banjir. Meski demikian, titik lokasi maupun kegiatan spesifik yang mendapatkan persetujuan belum disampaikan secara resmi oleh Pemprov Kaltim.
“Untuk titik mana saja yang disetujui, informasinya belum kami terima,” ucapnya.
Syahruddin menduga penyusutan nilai bankeu ini dipicu kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Kondisi tersebut turut berdampak pada Pemprov Kaltim akibat pemotongan dana transfer ke daerah.
“Pemprov Kaltim juga terdampak penurunan dana transfer,” katanya.
Sebelumnya, Pemkot Bontang mengajukan usulan bankeu senilai Rp880,14 miliar yang mencakup 51 kegiatan di berbagai sektor prioritas, mulai dari pengendalian banjir, peningkatan jalan dan jembatan, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Dari seluruh usulan tersebut, sektor pengendalian banjir menjadi prioritas utama. Total anggaran yang diajukan mencapai Rp556,7 miliar untuk 20 kegiatan pembangunan dan rehabilitasi drainase di sejumlah wilayah rawan genangan.
“Penanggulangan banjir masih menjadi isu utama pembangunan. Karena itu kami fokus pada rehabilitasi drainase agar persoalan ini tidak terus berulang,” jelas Syahruddin.
Selain banjir, peningkatan dan rekonstruksi jalan serta jembatan juga menjadi prioritas berikutnya dengan nilai usulan mencapai Rp69,6 miliar untuk sepuluh kegiatan. Sektor ini dinilai penting guna memperlancar konektivitas dan mendukung mobilitas serta perekonomian masyarakat.
Sebagai perbandingan, pada 2025 lalu Pemkot Bontang menerima bankeu dari Pemprov Kaltim sebesar Rp226 miliar. Sementara pada 2024, total bankeu yang diterima mencapai Rp132,9 miliar, terdiri dari bankeu spesifik Rp3,3 miliar dan bankeu nonspesifik Rp129,6 miliar. (ak)
















































