Viral Video Doa Berbuka Diselipi Kata Kasar, MUI Bontang: Berpotensi Masuk Penistaan Agama

5 hours ago 4

BONTANGPOST.ID, Bontang — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang menanggapi viralnya video seorang pria yang membaca doa berbuka puasa sambil menyelipkan kata-kata tidak pantas di media sosial.

Ketua MUI Bontang, Misbahul Munir, mengatakan doa merupakan bagian dari ibadah yang mencerminkan pengakuan seorang hamba yang lemah dan tidak berdaya kepada Allah SWT sebagai Zat Yang Maha Kuasa.

Karena itu, menurutnya, doa tidak seharusnya dijadikan bahan candaan atau permainan dengan alasan apa pun, terlebih jika dijadikan konten dan disebarkan di media sosial.

“Doa itu bagian dari ibadah. Tidak semestinya dijadikan mainan, apalagi dikontenkan lalu disebarkan di media sosial,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Ia bahkan menilai tindakan tersebut berpotensi dikategorikan sebagai bentuk penistaan terhadap agama.

“Bahkan bisa dikategorikan penistaan agama,” katanya.

Meski begitu, Misbahul menyebut tidak semua tindakan yang dianggap sebagai penistaan harus langsung dilaporkan secara hukum. Ia lebih mengedepankan imbauan kepada masyarakat agar menjaga ucapan dan perilaku, khususnya di ruang publik seperti media sosial.

Menurutnya, media sosial tidak hanya diakses oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Karena itu, konten yang beredar harus tetap memperhatikan norma dan akhlak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lisan dan tidak bertindak di luar norma dan akhlak, apalagi di media sosial yang juga diakses anak-anak,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat tidak menormalisasi tindakan yang menjadikan doa sebagai bahan candaan atau sekadar konten hiburan.

“Jangan sampai orang menormalisasikan doa menjadi mainan hanya untuk konten semata,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membaca doa berbuka puasa sambil menyelipkan kata-kata tidak pantas viral di media sosial. Aksi tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet.

Dalam video yang beredar, pria tersebut awalnya diminta membaca doa berbuka puasa. Namun saat melafalkan doa, ia justru menyelipkan kata-kata kasar yang dinilai tidak pantas.

Kapolres Bontang Widho Anriano melalui Kasat Reskrim Randy Anugrah mengatakan, pihak kepolisian saat ini tengah menelusuri identitas pria dalam video tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, pria tersebut diduga merupakan warga Bontang.

“Menurut anggota saya, orang tersebut sering mengamen di depan Masjid Al-Hijrah,” ujar Randy saat dihubungi, Senin (9/3/2026). (*) 

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |