BONTANGPOST.ID, Bontang – Perbaikan drainase di wilayah Kelurahan Belimbing kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu titik yang menjadi prioritas penanganan berada di sepanjang aliran sungai dari kawasan Masjid Al Furqan hingga menuju Pasar Gajah.
Lurah Belimbing, Dwi Andriyani, menjelaskan bahwa perbaikan difokuskan pada bagian siring sungai yang sudah lama mengalami kerusakan. Beberapa titik bahkan dilaporkan ambrol sehingga menyebabkan air sungai meluap ke kawasan permukiman warga saat hujan deras.
“Di sepanjang aliran sungai itu memang ada siringan yang sudah lama dan sebagian ambrol. Saat hujan deras, air bisa meluap keluar sampai ke perumahan,” kata Dwi.
Ia menyebut kondisi kerusakan paling terlihat pada bagian sungai setelah kawasan Pasar Gajah menuju arah Masjid Al Furqan. Struktur siring yang rusak membuat aliran air tidak lagi tertahan dengan baik sehingga rawan meluap ketika debit sungai meningkat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah merencanakan perbaikan siring sekaligus penataan aliran sungai dengan panjang pekerjaan sekitar 300 hingga 400 meter. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat bantaran sungai sekaligus mengurangi risiko luapan air ke permukiman warga.
“Itu yang akan diperbaiki supaya aliran air lebih tertahan dan tidak meluap lagi. Karena pada September 2025 lalu banjir sempat menyasar permukiman warga,” ujarnya.
Selain kerusakan fisik pada siring, usia bangunan yang sudah cukup lama juga menjadi penyebab menurunnya fungsi drainase. Kondisi tersebut membuat sungai tidak lagi mampu menampung debit air secara maksimal ketika hujan deras mengguyur wilayah Belimbing.
Dwi menambahkan, penanganan drainase ini menjadi salah satu prioritas karena kawasan tersebut merupakan jalur aliran air utama di kelurahan tersebut. Dengan perbaikan siring, diharapkan risiko genangan maupun banjir yang sering dikeluhkan warga dapat berkurang.
“Harapannya setelah diperbaiki, air bisa mengalir dengan baik dan tidak lagi meluap ke permukiman,” tuturnya.
Meski demikian, ia memastikan penanganan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Selain itu, di Jalan Cipto Mangunkusumo juga direncanakan pemasangan box culvert untuk mencegah terjadinya penyempitan aliran atau bottleneck.
Diketahui, banjir sempat menyasar 12 kepala keluarga di RT 11 Kelurahan Belimbing pada September tahun lalu. (ak)


















































