Wali Kota Minta Toilet Miring di Pelataran Bontang Kuala Segera Diperbaiki

4 hours ago 7

BONTANGPOST.ID, Bontang Wali Kota Bontang meminta agar bangunan toilet (WC) yang terlihat miring di pelataran kawasan wisata Bontang Kuala segera diperbaiki.

Permintaan tersebut disampaikan setelah adanya laporan mengenai kondisi bangunan yang diduga condong ke arah belakang. Toilet itu berada di area samping mushola, dekat dermaga ujung kawasan wisata tersebut.

Wali kota menilai perbaikan perlu segera dilakukan, mengingat masa pemeliharaan proyek masih berlangsung.

Menurutnya, perbaikan dapat menggunakan anggaran perawatan yang masih menjadi tanggung jawab pihak pelaksana pekerjaan.

“Mungkin karena kondisi laut yang sedang labil. Kalau bisa segera diperbaiki dengan biaya perawatan,” ujarnya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Diketahui, pembangunan fasilitas di pelataran Bontang Kuala merupakan bagian dari proyek penataan tahap kedua yang dikerjakan melalui skema swakelola antara Pemerintah Kota Bontang dan Kodim 0908/Bontang.

Proyek tersebut meliputi pembangunan sejumlah fasilitas penunjang, seperti kios panggung, mushola, dermaga, serta sarana umum lainnya di kawasan wisata pesisir tersebut.

Dikonfirmasi secara terpisah, media ini mencoba menghubungi Danramil 0908-01/Loktuan, Lettu Arh Yohanes Bay, yang saat itu menjadi penanggung jawab dalam pengerjaan proyek pembangunan pelataran tersebut.

Namun, yang bersangkutan belum dapat memberikan keterangan karena sedang mengikuti rapat virtual.

“Lagi vidcon, nanti saya telepon,” ujarnya singkat saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).

Hingga Rabu (11/3/2026), belum ada keterangan lanjutan terkait penyebab kemiringan bangunan maupun rencana teknis perbaikannya. Media ini masih berupaya menghubungi kembali pihak terkait.

Sebelumnya diberitakan, bangunan toilet di pelataran kawasan wisata Bontang Kuala, tepatnya di samping mushola dekat dermaga ujung, terlihat dalam kondisi miring.

Kondisi tersebut dikeluhkan pengunjung karena dinilai berpotensi membahayakan pengguna.

Salah seorang pengunjung, Rahma, mengaku pertama kali menyadari kemiringan bangunan itu saat melihatnya dari kejauhan. Menurutnya, bagian belakang bangunan tampak lebih rendah dibandingkan sisi depan yang berada dekat jembatan dermaga.

“Khawatir saja kalau dipakai dalam kondisi miring begitu. Bagian depannya juga terasa agak condong. Setahu saya ini baru dibangun, masa sudah miring,” ungkapnya, Selasa (3/3/2026). (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |