BONTANGPOST.ID, Bontang – Pria dalam video viral yang membaca doa berbuka puasa sambil menyelipkan kata-kata kasar akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Video klarifikasi tersebut dibuat pada Senin (9/3/2026) malam.
Dalam video itu, pria tersebut tidak sendiri. Ia didampingi dua temannya yang turut terlibat dalam pembuatan dan penyebaran video sebelumnya.
Permintaan maaf tersebut juga disaksikan perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim AKP Randy Anugrah mengatakan, ketiganya datang langsung ke Polres Bontang untuk memberikan klarifikasi sekitar pukul 23.22 Wita.
Diketahui, pria yang membaca doa dalam video tersebut bernama Ulmin. Sementara perekam sekaligus pengunggah video adalah Dewi Pamili, dan yang membagikan ulang video tersebut bernama Apriana Sadri.
“Semuanya warga Bontang. Tadi malam mereka datang dan membuat video klarifikasi,” ujar Randy saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).
Meski telah menyampaikan permintaan maaf, polisi memastikan proses tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Pasalnya, ketiganya belum dimintai keterangan resmi oleh penyidik.
“Proses yang berlaku tetap berjalan. Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi,” katanya.
Selain itu, polisi juga berencana meminta keterangan dari Ketua MUI Bontang serta perwakilan FKUB untuk pendalaman lebih lanjut.
“Kami juga akan meminta keterangan dari Ketua MUI dan FKUB,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membaca doa berbuka puasa sambil menyelipkan kata-kata tidak pantas viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari warganet.
Dalam video yang beredar, pria tersebut awalnya diminta membaca doa berbuka puasa. Namun saat melafalkan doa, ia justru menyelipkan kata-kata kasar yang dinilai tidak pantas.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim AKP Randy Anugrah mengatakan, pihak kepolisian sempat menelusuri identitas pria dalam video tersebut.
Berdasarkan informasi awal, pria tersebut diduga merupakan warga Bontang dan kerap mengamen di depan Masjid Al-Hijrah.
“Menurut anggota saya, orang tersebut sering mengamen di depan Masjid Al-Hijrah,” ujar Randy saat dihubungi, Senin (9/3/2026). (*)


















































