BONTANGPOST.ID, Bontang – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang, menjadi perhatian pemerintah setempat. Pada Februari 2026 tercatat lima kasus positif DBD yang ditemukan di lingkungan warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, mengatakan pihak kelurahan akan meningkatkan upaya pencegahan dengan menggencarkan kebersihan lingkungan serta memperkuat koordinasi dengan pihak kesehatan.
“Terkait kasus DBD, dari pihak kelurahan akan lebih intens menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para ketua RT, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan,” kata Ardiansyah.
Ia menjelaskan, langkah pencegahan menjadi penting mengingat saat ini masih berada pada musim penghujan yang berpotensi meningkatkan perkembangan nyamuk penyebab DBD.
Menurutnya, wilayah Tanjung Laut Indah memiliki karakteristik pesisir dan sebagian area rawa, sehingga potensi penyebaran nyamuk dapat meningkat apabila kebersihan lingkungan tidak dijaga dengan baik.
“Apalagi sekarang musim penghujan. Kami terus mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi DBD dan rutin membersihkan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Meski saat ini memasuki bulan Ramadan, kegiatan kerja bakti lingkungan tetap dilaksanakan bersama masyarakat. Program rutin Jumat Bersih disebut tetap berjalan seperti biasa.
Ardiansyah mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Untuk kegiatan Jumat Bersih tetap berjalan. Jumat kemarin kami juga melaksanakan kerja bakti di sekitar Pasar Rawa Indah,” tuturnya.
Selain itu, pihak kelurahan juga melakukan penyisiran di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki kondisi lingkungan kurang bersih atau rawan genangan air. Area tersebut menjadi prioritas dalam kegiatan kebersihan bersama.
“Kami menyasar wilayah-wilayah yang terlihat agak kumuh atau berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk. Itu yang kami fokuskan dalam kegiatan Jumat Bersih,” jelasnya.
Kelurahan juga akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terjadi peningkatan kasus DBD.
Langkah ini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, terutama pada wilayah yang memiliki risiko tinggi.
“Nanti kami juga koordinasi dengan puskesmas untuk memetakan wilayah RT mana saja yang perlu mendapat perhatian khusus terkait penanganan DBD,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penyebaran DBD dengan menerapkan pola hidup bersih serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.
“Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat. Kalau lingkungan bersih dan tidak ada genangan air, tentu potensi berkembangnya nyamuk juga bisa ditekan,” pungkasnya. (ak)


















































