BONTANGPOST.ID – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Mulawarman, Sri Murlianti, menyoroti respons Rudy Mas’ud yang tidak menemui massa saat aksi demonstrasi 21 April 2026.
Menurut Sri, absennya kepala daerah dalam aksi yang digelar Aliansi Rakyat Kaltim berpotensi melemahkan makna dialog dalam praktik demokrasi.
“Ketidakhadiran itu bisa ditafsirkan publik sebagai bentuk penghindaran atau ketidaksiapan. Padahal sebelumnya gubernur menyatakan terbuka terhadap kritik,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam demokrasi yang sehat, komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat menjadi hal penting, terutama ketika aspirasi disampaikan melalui aksi massa. Kehadiran pemimpin, kata dia, bukan sekadar formalitas, melainkan simbol tanggung jawab moral dan politik.
Meski secara administratif gubernur dapat diwakili, Sri menilai kondisi lapangan yang penuh tekanan menuntut respons lebih substansial.
“Kehadiran langsung memberi sinyal bahwa suara publik didengar,” katanya.
Sri menambahkan, kehadiran pemimpin memang tidak otomatis menyelesaikan persoalan, namun dapat menjadi pintu awal membuka dialog yang sempat buntu.
Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi antara pernyataan dan tindakan. Jika dialog dijadikan identitas kepemimpinan, maka kehadiran dalam situasi krisis menjadi bagian dari komitmen tersebut.
“Kalau dialog jadi identitas politik, maka kehadiran di momen seperti ini mestinya bukan pilihan, tetapi keharusan,” tegasnya.
Lebih jauh, Sri menilai responsivitas pemimpin tidak hanya diukur dari ada atau tidaknya tanggapan, tetapi juga kepekaan membaca situasi sosial. Dalam kondisi publik menyuarakan aspirasi secara kolektif, pemimpin dituntut hadir dan mendengar secara langsung.
Dari sisi transparansi dan akuntabilitas, ia menekankan bahwa keduanya tidak cukup sebatas prosedur. Pemerintah harus mampu menyampaikan informasi secara terbuka serta mempertanggungjawabkan kebijakan secara jelas kepada publik.
“Pemimpin seharusnya hadir saat dibutuhkan, bukan hanya ketika situasi kondusif,” pungkasnya. (KP)


















































