DPRD Bontang Setujui Penundaan Waduk Kanaan, Prioritas ke Belanja Wajib

9 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang Rencana revitalisasi Waduk Kanaan pada tahun ini dipastikan ditunda. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah realistis pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah tekanan fiskal.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan penundaan proyek berskala besar menjadi keputusan yang tidak terhindarkan. Hal ini menyusul pemotongan anggaran yang berdampak signifikan terhadap pendapatan daerah.

Menurutnya, dalam kondisi tersebut pemerintah harus memprioritaskan belanja yang bersifat mandatori atau tidak dapat ditunda, seperti gaji pegawai dan sektor pendidikan.

“Belanja rutin tidak bisa dipangkas. Kalau proyek besar tidak ditunda, yang dikorbankan bisa gaji pegawai atau pendidikan. Itu tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Politikus NasDem itu menilai, meskipun Waduk Kanaan merupakan proyek prioritas, penundaan selama satu tahun tidak akan menimbulkan gejolak besar di masyarakat. Langkah ini justru dinilai lebih aman dibandingkan harus mengorbankan sektor vital.

Selain Waduk Kanaan, sejumlah proyek lain juga ikut ditunda, seperti pembangunan fasilitas olahraga mini soccer di Berbas Pantai. Bahkan, beberapa janji politik pemerintah turut terdampak.

“Semua harus realistis. Yang penting ekonomi daerah tetap berjalan dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” tambahnya.

Terkait penanganan banjir, DPRD mendorong pemerintah untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna mendapatkan dukungan anggaran.

Menurut Sahib, peluang bantuan tetap terbuka, khususnya untuk program normalisasi sungai dan pengendalian banjir.

“Setiap tahun sebenarnya ada bantuan dari provinsi. Itu harus dimaksimalkan. Pemerintah juga harus jemput bola ke pusat,” katanya.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan agar persoalan banjir tetap tertangani meski proyek waduk ditunda. Pemerintah daerah juga diminta lebih inovatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif.

“Bontang ini kota strategis, penghasil gas dan pupuk. Itu harus jadi nilai tawar ke pusat agar tetap mendapat perhatian,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |