DPK Bontang Angkat Cerita Daerah Lewat Lomba Bertutur 2026

2 hours ago 2

BONTANGPOST.ID, Bontang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang menggelar Lomba Bertutur 2026 pada 28–29 April. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan literasi anak sejak usia dini.

Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan lomba ini tidak hanya mengasah kemampuan membaca, tetapi juga melatih keberanian anak untuk tampil dan bertutur di depan umum.

“Ini bagian dari upaya meningkatkan minat baca, literasi, sekaligus melatih keberanian anak-anak untuk bertutur sejak dini,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, pembinaan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang menarik, salah satunya melalui lomba bertutur yang memadukan unsur edukasi dan kreativitas.

Tahun ini, pelaksanaan lomba mendapat dukungan pendanaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik yang bersumber dari Perpustakaan Nasional. Skema ini berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Biasanya menggunakan APBD, tapi tahun ini Alhamdulillah didukung DAK dari pusat,” jelasnya.

Lomba bertutur merupakan ajang berjenjang yang dimulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi hingga nasional.

Sebanyak 50 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, mewakili 19 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, baik negeri maupun swasta di Kota Bontang.

Menariknya, cerita yang dibawakan para peserta merupakan cerita lokal Bontang karya penulis daerah. Hal ini menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus dukungan terhadap literasi lokal.

“Ini juga sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mendukung karya literasi lokal,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, menegaskan bahwa lomba bertutur memiliki peran penting dalam mengenalkan kekayaan cerita daerah kepada generasi muda.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sejak dini.

“Cerita rakyat yang dibawakan peserta merupakan karya penulis Kota Bontang,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini peserta tidak hanya terampil dalam bertutur, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap identitas daerah serta mampu melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. (*)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |