Dapur SPPG Bontang Utara 2 Berhenti Beroperasi, 44 Karyawan Dirumahkan Sementara

21 hours ago 7

BONTANGPOST.ID, Bontang – Operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 di Kelurahan Api-Api dihentikan sementara mulai Jumat (7/8/2026).

Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keluhan mual, muntah, dan diare yang dialami sejumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Bontang Utara 2, Muhammad Rezky, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan instruksi yang diterima sembari menunggu hasil evaluasi dan uji sampel makanan.

“Kami belum tahu sampai kapan operasional dihentikan. Saat ini kami masih menunggu instruksi lanjutan dan hasil pemeriksaan sampel,” ujarnya saat ditemui, Jumat (7/8/2026).

Selama penghentian berlangsung, seluruh layanan dari dapur tersebut ikut terhenti. Tidak hanya distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah penerima manfaat, tetapi juga penyaluran makanan untuk posyandu.

Saat ini, SPPG Bontang Utara 2 melayani 2.487 penerima manfaat. Seluruh distribusi dihentikan sementara hingga ada keputusan lebih lanjut dari pihak terkait.

Dampak penghentian operasional juga dirasakan para relawan yang bekerja di dapur. Sebanyak 44 relawan yang terdiri atas tim persiapan, juru masak, tim pemorsian, petugas pencuci ompreng, pengemudi, hingga asisten pengemudi untuk sementara dirumahkan.

Rezky menjelaskan, para relawan menerima upah harian sehingga tidak memperoleh pekerjaan selama dapur belum kembali beroperasi.

“Karena mereka dibayar per hari, selama operasional dihentikan mereka kami rumahkan. Kami juga mengimbau jika ingin mencari pekerjaan lain sementara waktu dipersilakan karena memang tidak terikat kontrak,” katanya.

Sementara itu, jumlah penerima manfaat yang dilaporkan mengalami keluhan bertambah menjadi 31 orang. Berdasarkan pendataan sementara SPPG Bontang Utara 2, laporan berasal dari empat satuan pendidikan.

Di SDN 012 Bontang Selatan terdapat 18 orang yang mengalami keluhan, terdiri atas 11 siswa dan tujuh guru. Kemudian lima siswa dari PAUD Al-Hikmah, satu siswa SD Muhammadiyah, serta tujuh orang dari SMP Negeri 1 Bontang yang terdiri atas enam siswa dan seorang guru.

“Untuk SMP Bintang nihil, menurut PIC-nya. Sementara SD Bintang sampai sekarang belum ada konfirmasi apakah ada laporan atau tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang memastikan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG terus dilakukan menyusul laporan sejumlah guru dan siswa yang mengalami mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan. Dinas Kesehatan Kota Bontang, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), serta tim surveilans turut dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi.

“Setelah laporan diterima, mereka langsung turun melakukan penanganan,” ujar Neni. (*) 

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |