Atasi Antrean BBM, Pemkot Bontang Siapkan Dua SPBU Baru

20 hours ago 10

BONTANGPOST.ID, Bontang – Panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di Kota Bontang tidak hanya dipicu persoalan kuota, tetapi juga terbatasnya jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Karena itu, Pemkot Bontang mendorong penambahan sedikitnya dua SPBU baru guna memperluas layanan kepada masyarakat.

Salah satu lokasi yang dinilai paling siap berada di kawasan Bontang Lestari. Pertashop yang berada sebelum Kelurahan Bontang Lestari direncanakan naik status menjadi SPBU sehingga dapat melayani lebih banyak jenis BBM.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan proses perizinan untuk rencana tersebut hampir rampung.

“Kalau informasi terakhir yang saya dapat, untuk perizinan khususnya di Bontang Lestari sudah tidak ada masalah,” ujarnya, Rabu (5/8).

Meski demikian, masih ada sejumlah pekerjaan teknis yang harus diselesaikan, salah satunya terkait mesin dispenser yang saat ini digunakan Pertashop.

Menurut Arif, peralatan tersebut tidak dapat langsung ditinggalkan karena memiliki nilai investasi yang cukup besar. Rencananya, dispenser lama akan dipindahkan sebelum perangkat baru dipasang untuk operasional SPBU.

Apabila peningkatan status terealisasi, fasilitas tersebut tidak lagi hanya melayani seperti Pertashop, tetapi juga dapat menyalurkan berbagai jenis BBM sesuai izin dan alokasi yang diberikan Pertamina.

Selain di Bontang Lestari, rencana pembangunan SPBU juga datang dari Koperasi Karyawan (Kopkar) Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Lokasinya direncanakan berada di sekitar kawasan Tugu Selamat Datang.

Namun, Arif mengaku belum memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan rencana tersebut.

“Pernah disampaikan kepada Pemkot bahwa ada rencana membangun pom bensin lagi. Untuk progres terakhirnya saya belum tahu persis,” katanya.

Menurut Arif, penambahan SPBU menjadi kebutuhan mendesak karena jumlah fasilitas pengisian BBM di Bontang belum sebanding dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah.

Persoalan itu juga beberapa kali dibahas dalam pertemuan antara Pemkot dan pengelola SPBU. Pemerintah menilai penambahan titik layanan penting agar distribusi BBM tidak hanya bertumpu pada SPBU yang ada saat ini.

“Kebutuhan SPBU di Kota Bontang memang sangat terbatas. Karena itu, keberadaan SPBU baru memang dibutuhkan,” tuturnya.

Kendala utama pembangunan SPBU, lanjut Arif, adalah ketersediaan lahan yang strategis. Meski pemerintah memiliki sejumlah aset, sebagian besar lokasinya tidak berada di tepi jalan utama yang memenuhi syarat pembangunan SPBU.

Bahkan, Pertamina Retail telah dua kali berkunjung ke Bontang untuk membahas peluang penambahan SPBU.

“Pemerintah punya lahan, tetapi kebanyakan posisinya agak masuk. Sementara untuk SPBU tentu membutuhkan lokasi yang sesuai,” jelasnya.

Berdasarkan data Pemkot Bontang, kuota Pertalite pada 2026 mencapai 24.344 kiloliter (KL). Hingga Juni, sebanyak 11.688 KL telah tersalurkan kepada masyarakat.

Pemkot menilai penambahan SPBU merupakan solusi jangka panjang untuk mengurangi antrean sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan distribusi BBM di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kota Bontang. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |