BGN Evaluasi SPPG, MBG di SDN 012 Bontang Dihentikan Sementara

17 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang Sebanyak 12 orang yang terdiri dari guru dan murid SDN 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (5/8).

Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini, BGN bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para penerima manfaat.

“Benar ada laporannya, kami masih dalami lagi. Ada 12 orang, termasuk guru dan murid,” ujarnya saat ditemui, Kamis (6/8).

Menurut Surya, makanan yang dikonsumsi berasal dari dapur SPPG Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api.

Sebagai langkah antisipasi, distribusi MBG ke SDN 012 Bontang Selatan dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai. Namun, penyaluran makanan dari dapur yang sama ke sekolah lain tetap berjalan karena sejauh ini tidak ditemukan laporan serupa.

“Kami masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebabnya. Karena sejauh ini hanya sekolah tersebut yang mengalami kejadian ini,” katanya.

Selain melakukan penelusuran, BGN juga telah mengunjungi salah seorang guru yang mengalami keluhan. Sementara itu, sampel makanan telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui ada atau tidaknya keterkaitan dengan gejala yang dialami.

“Kami masih coba pastikan dan melakukan pemeriksaan, baik dari uji sampel dan lainnya. Kami akan memastikan proses evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang bersangkutan,” ujarnya.

Surya menegaskan, hingga saat ini belum dapat disimpulkan bahwa keluhan mual, muntah, dan diare tersebut disebabkan oleh makanan dalam program MBG. Seluruh proses masih menunggu hasil investigasi.

Di sisi lain, Mitra SPPG Bontang Utara 2, Rahmawati, menyatakan proses pengolahan hingga distribusi makanan pada hari kejadian telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Ia menjelaskan, makanan mulai dimasak sekitar pukul 07.00 Wita dan didistribusikan ke SDN 012 Bontang Selatan sekitar pukul 10.00 Wita. Laporan mengenai guru dan murid yang mengalami keluhan baru diterima sekitar pukul 14.00 Wita.

Menurut Rahmawati, seluruh proses masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium sehingga belum dapat dipastikan penyebab keluhan tersebut.

“Sudah sesuai SOP. Saat dimasukkan ke ompreng juga. Kami pastikan sayurnya tidak dalam kondisi panas agar tidak mudah basi,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |