BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang belum memastikan penyebab keluhan mual, muntah, dan diare yang dialami sejumlah guru dan murid SDN 012 Bontang Selatan. Hingga kini, sampel yang telah diambil masih menjalani pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Totoek Pribadi Ekowati, mengatakan investigasi langsung dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait keluhan yang dialami penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, tim telah mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bontang. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru keluar dalam beberapa hari ke depan.
“Pemeriksaan laboratorium di Labkesda Bontang terhadap sampel yang telah diambil. Hasilnya diperkirakan keluar beberapa hari ke depan,” ujarnya, Kamis (6/8).
Totoek menegaskan, Dinkes tidak akan terburu-buru menyampaikan kesimpulan sebelum seluruh proses investigasi selesai. Seluruh informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan bukti ilmiah,” katanya.
Selain melakukan investigasi, Dinkes memastikan guru dan murid yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan kesehatan.
Koordinasi juga terus dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN), pihak sekolah, dan instansi terkait guna mendukung proses penelusuran penyebab kejadian.
Totoek mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menarik kesimpulan sebelum hasil uji laboratorium selesai.
“Hasil investigasi akan kami sampaikan secara terbuka setelah seluruh proses selesai,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 12 orang yang terdiri atas guru dan murid SDN 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (5/8).
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, menyatakan pihaknya bersama Dinkes masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab keluhan tersebut.
“Benar ada laporannya, kami masih dalami lagi. Ada 12 orang, termasuk guru dan murid,” ujarnya. (*)


















































