BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang menggagas pembangunan Diorama Arsip sebagai media edukasi sejarah dan pusat dokumentasi perjalanan Kota Bontang dari masa ke masa.
Gagasan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat membuka Sosialisasi dan Workshop Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI), Selasa (12/5/2026).
Menurut Neni, arsip bukan sekadar dokumen administrasi pemerintahan, tetapi juga bagian penting dalam menjaga rekam jejak sejarah daerah agar tetap dapat dipelajari generasi mendatang.
“Dengan pengelolaan arsip yang baik, generasi muda bisa memahami perkembangan Kota Bontang tanpa kehilangan jejak sejarahnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ide pembangunan diorama arsip muncul setelah melakukan kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dalam kunjungan itu, Neni menemukan berbagai dokumen sejarah Bontang yang telah tersimpan sejak masa kolonial Belanda.
Karena itu, ia ingin Bontang memiliki ruang khusus yang menyajikan perjalanan sejarah kota secara visual dan edukatif.
“Saya ingin Bontang punya diorama arsip. Sejarah Pelabuhan Lok Tuan, PT Badak, Pupuk Kaltim, hingga perjalanan pembangunan kota harus terdokumentasi dengan baik agar anak cucu kita bisa belajar dari sana,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Diorama Arsip nantinya tidak hanya menjadi pusat dokumentasi sejarah daerah, tetapi juga sarana pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, dan generasi muda untuk mengenal identitas Kota Bontang.
Neni berharap diorama tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip sebagai memori kolektif dan bagian dari identitas daerah.
“Arsip memiliki nilai strategis untuk menjaga identitas dan rekam jejak pembangunan kota,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Retno Febriaryanti, menyambut baik gagasan pembangunan Diorama Arsip tersebut.
Menurutnya, penguatan sistem kearsipan tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan sejarah daerah.
“Kearsipan bukan hanya soal dokumen, tetapi bagaimana kita menjaga sejarah dan identitas kota agar tetap terpelihara dengan baik,” ungkap Retno.
Ia menambahkan, DPK Bontang terus mendorong penguatan tata kelola kearsipan di seluruh perangkat daerah agar dokumen penting dan sejarah Kota Bontang tetap terjaga secara akuntabel. (*)
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan gagasan pembangunan Diorama Arsip untuk mendokumentasikan sejarah dan perjalanan Kota Bontang.


















































