Konsumsi Pertalite Bontang Tembus 11.688 KL, Pemkot Ajukan Tambahan Kuota ke BPH Migas

13 hours ago 6

BONTANGPOST.ID, Bontang Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengajukan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan solar kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Langkah itu dilakukan menyusul tingginya konsumsi BBM bersubsidi di Kota Taman.

Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran Pertalite telah mencapai 11.688 kiloliter (KL) atau hampir separuh dari total kuota tahunan yang ditetapkan sebesar 24.344 KL.

Permohonan tambahan kuota disampaikan melalui surat bernomor B/500.10/1105/PSDA/2026 tertanggal 31 Juli 2026. Dalam surat tersebut, Pemkot mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada triwulan IV 2026.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Bontang, Moch Arif Rochman, membenarkan pengajuan tersebut.

“Kami sedang bersurat untuk penambahan kuota. Itu dilakukan dengan melihat realisasi penyalurannya,” ujarnya, Rabu (5/8).

Berdasarkan data Pemkot Bontang, dari kuota Pertalite sebesar 24.344 KL, hingga Juni telah tersalurkan 11.688 KL. Artinya, sisa kuota yang tersedia hingga akhir tahun tinggal 12.656 KL.

Sementara itu, kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) solar pada 2026 ditetapkan sebesar 17.187 KL. Hingga Juni, realisasi penyalurannya mencapai 8.272 KL sehingga menyisakan 8.915 KL.

Arif menjelaskan, tingginya konsumsi BBM dipengaruhi meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas sektor industri, jasa, perdagangan, dan transportasi di Kota Bontang.

Selain itu, posisi Bontang sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi pertimbangan dalam proyeksi kebutuhan energi ke depan.

Menurutnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU turut menjadi perhatian pemerintah. Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) BBM Kota Bontang telah menggelar rapat koordinasi dan evaluasi penyaluran BBM bersubsidi pada 14 Juli 2026. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar pengajuan tambahan kuota kepada pemerintah pusat.

“Intinya pemerintah berupaya dari sisi permohonan tambahan kuota ke pusat. Kebutuhan masyarakat harus tetap kita jaga,” katanya.

Dalam surat tersebut, Pemkot secara khusus mengusulkan tambahan kuota Pertalite dan solar untuk triwulan IV 2026. Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi peningkatan konsumsi Pertalite ialah peralihan sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi akibat selisih harga yang cukup signifikan.

Pemkot berharap usulan tersebut dapat meningkatkan ketersediaan BBM di Bontang, mengurangi antrean di SPBU, serta mengantisipasi potensi kekurangan stok saat kebutuhan masyarakat meningkat. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |