BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap bergerak positif pada 2027 meski kemampuan fiskal daerah diproyeksikan menurun. Fokus pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan menekan kesenjangan ekonomi.
Dalam rancangan pembangunan 2027, Pemkot menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 2,01 hingga 3,35 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan ditargetkan berada pada rentang 2,88 hingga 3,15 persen.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, pemerintah juga menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di kisaran 5,50 hingga 6 persen, sedangkan Rasio Gini diproyeksikan berada pada angka 0,300 hingga 0,310.
“Pertumbuhan itu juga harus membuka kesempatan kerja, membantu usaha masyarakat berkembang, dan mengurangi kesenjangan,” ujar Agus Haris saat Rapat Paripurna Ke-13 Masa Persidangan III DPRD Bontang, Selasa (4/8).
Menurutnya, sektor industri besar masih menjadi tulang punggung perekonomian Bontang. Namun, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan terhadap sektor tersebut dengan memperkuat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Karena itu, Pemkot akan mendorong pengembangan sektor perdagangan dan jasa, UMKM, koperasi, pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian perkotaan, ketahanan pangan, hingga perikanan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Arah pembangunan tersebut sejalan dengan tema pembangunan Bontang 2027, yakni “Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Ekonomi Kerakyatan, dan Infrastruktur yang Mendukung Investasi.”
Melalui tema tersebut, pemerintah ingin memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk pelaku UMKM, pedagang, nelayan, pembudidaya ikan, koperasi, hingga tenaga kerja.
Di sektor ketenagakerjaan, anggaran 2027 akan difokuskan pada pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, peningkatan keterampilan dan sertifikasi tenaga kerja, serta penempatan tenaga kerja.
Sementara itu, bagi pelaku UMKM, pemerintah menyiapkan berbagai program pendampingan, mulai dari kemudahan perizinan, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pemasaran, hingga dukungan pembiayaan agar usaha lokal semakin berkembang dan berdaya saing.
Pemkot juga akan memperkuat sektor pangan dan perikanan melalui peningkatan produksi lokal, kelancaran distribusi bahan pangan, bantuan bagi nelayan dan pembudidaya ikan, serta pengembangan pengolahan dan pemasaran hasil produksi.
Agus Haris menegaskan, keberhasilan APBD 2027 tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami ingin agar pertumbuhan ekonomi Bontang tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” pungkasnya. (ak)


















































