BONTANGPOST.ID, Bontang – Jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaporkan mengalami keluhan mual, muntah, dan diare bertambah.
Tidak hanya terjadi di SDN 012 Bontang Selatan, laporan serupa juga muncul dari PAUD Al-Hikmah dan SD Muhammadiyah.
Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, mengatakan informasi tersebut diperolehnya saat menghadiri rapat di SDN 012 Bontang Selatan bersama Kepala SPPG Bontang Utara 2.
“Untuk sementara ada tiga sekolah. Saat saya tanya apakah ada sekolah penerima manfaat lain di bawah dapur SPPG Bontang Utara 2, ternyata ada,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan data sementara yang ia ketahui dari SPPG Bontang Utara 2, jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan mencapai 24 orang.
Rinciannya, SDN 012 Bontang Selatan sebanyak 18 orang yang terdiri dari tujuh guru dan 11 siswa. Kemudian PAUD Al-Hikmah sebanyak lima siswa, serta SD Muhammadiyah satu siswa.
“Data sementara yang saya terima seperti itu dari pihak SPPG Bontang Utara 2,” katanya.
Elis memperkirakan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan masih ada orang tua yang baru menyadari anaknya mengalami keluhan kesehatan setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik.
“Bisa saja bertambah karena setelah kasus ini mencuat, baru ada orang tua yang melaporkan kondisi anaknya,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab keluhan yang dialami para penerima manfaat masih dalam proses investigasi oleh Dinas Kesehatan Kota Bontang bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Sampel makanan juga masih menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Bontang Post masih berupaya mengonfirmasi data tersebut kepada Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra
hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respon.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 orang yang terdiri dari guru dan murid SDN 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (5/8).
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini, BGN bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para penerima manfaat.
“Benar ada laporannya, kami masih dalami lagi. Ada 12 orang, termasuk guru dan murid,” ujarnya saat ditemui, Kamis (6/8/2026). (*)


















































