Buka Final Lomba Bertutur, Wali Kota Bontang Ajak Generasi Muda Jadikan Literasi Gaya Hidup

6 hours ago 7

BONTANGPOST.ID, Bontang Final Lomba Bertutur tingkat Kota Bontang resmi dibuka oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan budaya literasi di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Neni menyampaikan kebanggaannya atas capaian literasi Kota Bontang yang saat ini menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur dan menempati peringkat keempat secara nasional berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Berikan yang terbaik untuk Bontang. Kita adalah kota dengan IPLM tertinggi di Kalimantan Timur dan masuk empat besar nasional,” ujarnya di Gedung Mini Teater DPK Bontang.

Sebanyak 10 peserta terbaik melaju ke babak final setelah melalui tahap penyisihan yang diikuti 50 peserta. Proses seleksi dimulai sejak pendaftaran pada 4 Maret hingga 7 April 2026, dengan babak penyisihan digelar pada 28 April 2026.

Neni menegaskan, lomba bertutur tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana melatih kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta menanamkan nilai-nilai literasi sejak dini.

“Bertutur adalah kemampuan menyampaikan cerita, informasi, dan pesan secara verbal. Ini bagian penting dari literasi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca, tetapi mencakup kemampuan memahami, mengolah, hingga memanfaatkan informasi secara cerdas, termasuk melalui teknologi digital.

“Literasi harus menjadi gaya hidup. Kita harus mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan memanfaatkan teknologi dengan baik,” tambahnya.

Neni turut mendorong peserta untuk tidak berkecil hati jika belum meraih juara. Ia memastikan kegiatan serupa akan terus digelar sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Sementara itu, Kepala DPK Bontang Retno Febriaryanti, menyampaikan bahwa lomba bertutur tahun ini mengangkat cerita lokal sebagai materi utama peserta, sebagai bentuk pelestarian budaya daerah sekaligus penguatan identitas lokal.

“Kami sudah memiliki banyak cerita rakyat khas Bontang yang dikembangkan bersama penulis lokal dan tersedia di perpustakaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian literasi Bontang terus menunjukkan tren positif, termasuk tingkat kegemaran membaca masyarakat yang tercatat tertinggi di Kalimantan Timur.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan layanan dan program literasi,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |