BONTANGPOST.ID, Bontang – Pembangunan lanjutan lantai tiga gedung parkir RS Tipe D Kota Bontang dipastikan belum terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama proyek tersebut belum dapat dilanjutkan.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang Bachtiar Mabe, menjelaskan sejak tahap Detail Engineering Design (DED), gedung parkir RS Tipe D memang dirancang tiga lantai. Namun realisasi pembangunan saat ini baru mencakup dua lantai.
“Perencanaannya memang tiga lantai. Tapi karena ada penyesuaian anggaran, pembangunan difokuskan dulu dua lantai,” ujar Mabe, Jumat (2/1/2026).
Ia menyebut keterbatasan anggaran memaksa pemerintah daerah mengubah prioritas pekerjaan, terutama pada penguatan struktur bawah bangunan. Kondisi tanah di lapangan membuat kedalaman pancang harus ditambah demi keamanan konstruksi.
“Awalnya pancang 15 meter dengan daya dukung 80 ton. Di lapangan banyak titik belum tercapai, sehingga ditambah menjadi 18 sampai 24 meter,” jelasnya.
Penambahan kedalaman pancang tersebut berdampak pada pergeseran alokasi anggaran. Dana yang semula direncanakan untuk pekerjaan struktur atas, termasuk lantai tiga, dialihkan untuk memperkuat fondasi bangunan.
Meski belum masuk APBD murni 2026, Diskes Bontang membuka peluang pembangunan lantai tiga diusulkan melalui APBD Perubahan apabila terdapat ruang fiskal.
“Kalau ada kelonggaran anggaran di perubahan, bisa kita usulkan. Strukturnya sudah siap, tinggal naik kolom dan atap,” tuturnya.
Mabe menegaskan secara teknis bangunan telah dirancang untuk pengembangan vertikal. Fondasi yang diperkuat memungkinkan penambahan lantai di masa mendatang tanpa kendala berarti.
Saat ini, Diskes Bontang memprioritaskan pemanfaatan gedung parkir yang telah rampung untuk menunjang operasional dan pelayanan kesehatan RS Tipe D. (ak)
















































