BONTANGPOST.ID, Bontang – Satlantas Polres Bontang tengah menelusuri truk trailer yang menjadi penyebab robohnya tiang listrik di Jalan WR Supratman. Kendaraan berat tersebut diketahui melintas di luar jam operasional yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk trailer itu melintas sekitar pukul 14.30 tanpa pengawalan. Padahal, sesuai aturan di Kota Bontang, kendaraan berat hanya diperbolehkan beroperasi pada pukul 22.00 hingga 05.00.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasatlantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, mengungkapkan saat petugas melakukan patroli dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), truk yang dimaksud sudah tidak berada di lokasi.
“Kemarin saat patroli dan ke TKP, truk tidak ditemukan,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (1/4/2026).
Purwo juga menyoroti tidak adanya pengawalan terhadap kendaraan tersebut. Menurutnya, perusahaan jasa angkutan barang seharusnya berkoordinasi dengan pihak kepolisian sebelum melintas, terutama untuk kendaraan bermuatan besar.
“Seharusnya perusahaan jasa transportasi yang bertanggung jawab, bukan pengguna jasa. Apalagi jalan protokol Bontang memiliki batas tonase sekitar 10 ton,” jelasnya.
Saat ini, polisi masih menelusuri identitas truk melalui perusahaan yang menaunginya. Jika telah ditemukan, sanksi akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami juga akan menambah jam operasional patroli agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah tiang listrik kayu di Jalan WR Supratman, tepatnya setelah Masjid Al-Hijrah, roboh setelah kabel tersangkut truk trailer kontainer yang melintas pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 14.05.
Peristiwa terjadi saat truk melaju dari arah Berebas Tengah menuju simpang Masjid Al-Hijrah. Ketika melintas di depan sebuah bengkel, kabel listrik yang melintang tersangkut bagian atas kontainer. Tarikan tersebut membuat tiang penyangga ikut tertarik hingga akhirnya rebah ke badan jalan.
Salah seorang warga sekitar, Tabir, mengatakan insiden itu sempat mengganggu arus lalu lintas. Sejumlah pengendara memilih berhenti karena khawatir melintas di bawah kabel yang menjuntai.
“Dampaknya tadi macet, banyak yang tidak berani lewat. Listrik juga sempat padam di sekitar sini,” ujarnya. (*)


















































