BONTANGPOST.ID, Bontang – Kondisi jembatan penghubung di Gang Atletik 11, Kelurahan Api-Api, semakin memprihatinkan. Akses yang menghubungkan RT 26 dan RT 33 itu mengalami kerusakan cukup parah dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga.
Pantauan di lokasi, Sabtu (23/5/2026), terlihat bagian ujung jembatan berlubang akibat lantai kayu yang rusak. Meski begitu, warga masih terpaksa melintasi jembatan tersebut karena menjadi akses utama antarpermukiman.
Ketua RT 26 Kelurahan Api-Api, Harmin Taji, mengatakan jembatan itu memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain digunakan warga umum, akses tersebut juga sering dilalui anak-anak yang pergi sekolah maupun mengaji di Musala At-Taubah yang berada di sekitar lokasi.
“Anak-anak yang mau pergi mengaji di Musala At-Taubah juga banyak yang melintas di sini,” ujarnya.
Menurut Harmin, usulan perbaikan jembatan sebenarnya sudah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun ini. Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah.
“Harapan kami bisa segera diperbaiki karena kondisinya memang sudah cukup memprihatinkan,” katanya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 2000 secara swadaya oleh masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga juga rutin melakukan perawatan dan perbaikan ringan secara gotong royong agar akses tetap bisa digunakan.
Namun sejak 2024, kondisi jembatan terus mengalami penurunan. Kerusakan yang terjadi kini dinilai terlalu berat untuk ditangani hanya dengan kemampuan masyarakat.
“Sekarang kerusakannya sudah cukup berat, jadi kami berharap ada bantuan dari pemerintah,” tuturnya.
Harmin mengaku khawatir jika tidak segera diperbaiki, kerusakan akan semakin meluas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jembatan.
“Takutnya makin parah karena masih sering dilintasi warga setiap hari. Kami berharap segera ada perbaikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)

















































