Kasus Anak Ngelem di Bontang Jadi Sorotan, Neni Desak OPD Bergerak Cepat

16 hours ago 14

BONTANGPOST.ID, Bontang – Komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak kembali ditegaskan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Dalam arahannya kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) yang baru dilantik, Bahtiar Mabe, Neni meminta seluruh jajaran memperkuat program kota layak anak.

“Pertahankan dan tingkatkan prestasi Kota Bontang sebagai kota layak anak,” ujar Neni.

Menurutnya, perlindungan perempuan dan anak tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Pemerintah harus mampu menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak mulai dari tingkat RT hingga skala kota.

Neni juga menyoroti tingginya ancaman kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk dampak negatif perkembangan dunia digital yang semakin sulit dikendalikan.

Ia meminta penguatan edukasi, pencegahan, hingga penanganan kasus dilakukan lebih responsif dan menyentuh masyarakat secara langsung.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditangani serius,” tegasnya.

Selain itu, Neni meminta program keluarga berencana dan edukasi pranikah kembali diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga.

Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat dan berkarakter.

“Ketahanan keluarga adalah pondasi utama mencetak generasi berkarakter,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Neni juga kembali menyoroti fenomena anak ngelem yang masih ditemukan di sejumlah wilayah di Kota Bontang.

Ia meminta camat, lurah hingga OPD terkait aktif melakukan pendataan, pengawasan, serta pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat persoalan sosial.

“Harus ada solusi nyata, jangan hanya sidak lalu selesai,” ucapnya.

Neni menilai persoalan sosial anak membutuhkan pendekatan psikologis dan emosional yang lebih kuat, termasuk melibatkan psikolog serta organisasi sosial.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak menghadapi masalah sendirian,” tambahnya.

Ia berharap seluruh program perlindungan perempuan dan anak benar-benar menyentuh masyarakat bawah sehingga Bontang dapat menjadi kota yang aman, ramah anak, dan memiliki ketahanan keluarga yang kuat.

“Kalau keluarga kuat, maka kota ini juga akan kuat,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |