BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemkot Bontang menyiapkan tambahan anggaran bagi kelurahan yang berhasil menurunkan angka stunting dan menangani persoalan sampah di wilayahnya masing-masing.
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, usai penandatanganan perjanjian kinerja bersama camat, lurah, dan kepala puskesmas, Kamis (21/5/2026).
Menurut Neni, penanganan stunting dan sampah menjadi program prioritas yang harus dikerjakan secara serius oleh seluruh perangkat daerah hingga tingkat kelurahan. Untuk itu, pihaknya menyiapkan insentif sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja wilayah yang mampu menunjukkan hasil nyata.
“Saya tambahkan insentif sebesar Rp500 juta bagi kelurahan yang berhasil menangani ini,” ujarnya.
Neni juga meminta camat dan lurah memaksimalkan peran ketua RT dalam menjalankan berbagai program pemerintah, termasuk menyukseskan Operasi Timbang Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
Ia menegaskan, upaya penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri. Program tersebut harus terintegrasi dengan penanganan sampah dan pengentasan kemiskinan agar hasilnya lebih optimal.
“Presentasikan nanti inovasi apa yang bisa dibuat. Jangan sekadar konten belaka,” tegasnya.
Lebih lanjut, Neni mengungkapkan Pemkot akan menyusun indikator kinerja bagi setiap kelurahan sebagai dasar evaluasi dan pemberian insentif. Capaian tersebut nantinya dipantau dan dilaporkan secara berkala setiap enam bulan.
“Kita susun indikatornya. Bahkan ketua RT juga akan dibuatkan indikator agar pelaporannya terukur dan kinerjanya bisa diawasi,” pungkasnya. (*)

















































