BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang resmi membuka rekrutmen 65 guru pengganti untuk Tahun Anggaran 2026.
Program ini dilakukan guna memastikan proses belajar mengajar di sekolah negeri tetap berjalan optimal di tengah kebutuhan tenaga pendidik yang terus meningkat.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan rekrutmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas pendidikan di Kota Taman.
“Tenaga pendidik memiliki peran penting dalam keberlangsungan pendidikan. Karena itu kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi syarat untuk bergabung sebagai guru pengganti,” ujarnya.
Sebanyak 65 formasi dibuka untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK Negeri, SD Negeri, SMP Negeri hingga SPNF SKB Kota Bontang.
Formasi yang dibutuhkan meliputi guru kelas TK dan SD, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Kristen, PJOK, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Bimbingan Konseling, Informatika/TIK hingga Seni Budaya.
Menurut Safa, kebutuhan guru pengganti muncul untuk mengisi kekosongan sementara tenaga pengajar di sejumlah sekolah negeri agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif.
“Guru pengganti nantinya akan ditempatkan sesuai kebutuhan sekolah. Kami berharap peserta yang mendaftar memiliki kompetensi dan dedikasi di dunia pendidikan,” katanya.
Seleksi dilakukan melalui tiga tahapan, yakni administrasi, tes tertulis dan micro teaching. Seleksi administrasi dilakukan berdasarkan dokumen yang diunggah melalui aplikasi Teman Naker.
Peserta yang lolos kemudian mengikuti tes tertulis dengan sistem pemeringkatan nilai tertinggi sebelum melanjutkan ke tahap micro teaching.
Disdikbud juga memberikan nilai tambahan bagi pelamar yang memiliki sertifikat pendidik maupun pengalaman mengajar.
Adapun syarat utama pelamar antara lain Warga Negara Indonesia, memiliki KTP Kota Bontang, berusia 22 hingga 45 tahun, minimal lulusan D-IV atau S-1 sesuai formasi, serta bersedia ditempatkan di seluruh sekolah di lingkungan Pemkot Bontang.
Pendaftaran dibuka mulai 22 hingga 26 Mei 2026. Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 4 Juni 2026, dilanjutkan tes tertulis pada 8 Juni dan micro teaching pada 10–11 Juni 2026. Pengumuman akhir dijadwalkan pada 19 Juni 2026.
Safa menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan tidak dipungut biaya.
“Kami mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan karena seluruh proses dilakukan profesional dan transparan,” pungkasnya. (ak)

















































