BONTANGPOST.ID, Bontang – Kehadiran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Namun, hasil audit laporan keuangan tahun 2024 menunjukkan laba bersih perusahaan daerah tersebut hanya Rp327.073.962.
Berdasarkan data hasil audit kantor akuntan publik yang diperoleh Kaltim Post, meski mencatatkan keuntungan, nilai laba tersebut dinilai masih relatif kecil jika dibandingkan dengan besarnya aset serta perputaran usaha yang dikelola Perumda AUJ.
Meski demikian, kinerja keuangan Perumda AUJ pada 2024 menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, perusahaan masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp370.857.032. Kondisi ini berbalik pada 2024 dengan pembukuan laba bersih Rp327.073.962.
Peningkatan kinerja tersebut didorong naiknya pendapatan usaha secara signifikan. Sepanjang 2024, total pendapatan usaha Perumda AUJ tercatat Rp4.133.229.983, meningkat 1,56 kali dibandingkan pendapatan 2023 sebesar Rp1.617.534.483.
“Kenaikan pendapatan usaha ini secara umum didorong oleh peningkatan pendapatan dari unit usaha, terutama sektor videotron yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan pada 2024,” kata Adi Darmawan dalam laporan hasil audit.
Namun, peningkatan pendapatan ini diiringi naiknya beban operasional. Beban pokok usaha pada 2024 tercatat Rp3.056.253.439, meningkat dibandingkan 2023 sebesar Rp1.868.731.758. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp648.206.990 dari sebelumnya Rp119.410.383.
Selain itu, terdapat beban lainnya sebesar Rp13.867.082 pada 2024, naik dari Rp249.374 pada 2023. Meski demikian, pendapatan usaha masih mampu menutup seluruh beban sehingga perusahaan tetap membukukan laba bersih.
Dari sisi neraca, total aset Perumda AUJ pada 2024 mengalami peningkatan signifikan, naik 4,78 kali dibandingkan 2023. Kenaikan ini dipengaruhi bertambahnya kas dan setara kas serta peningkatan nilai aset tetap.
Aset lancar tercatat sebesar Rp1.538.251.967, meningkat dari Rp266.287.509 pada 2023. Sementara aset tidak lancar mencapai Rp14.613.523.362, naik dari Rp14.400.467.738. Total aset perusahaan pada 2024 mencapai Rp16.151.775.329.
Di sisi lain, kewajiban perusahaan juga meningkat menjadi Rp11.138.088.874 pada 2024, dibandingkan Rp10.838.620.019 pada tahun sebelumnya. Adapun ekuitas perusahaan tercatat Rp5.013.686.455, meningkat dari Rp3.828.135.227 pada 2023, mencerminkan perbaikan struktur permodalan.
Kaltim Post masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Direktur Utama Perumda AUJ Abdu Rahman. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum dapat dihubungi. (ak)
















































