BONTANGPOST.ID, Bontang – Polemik mencuat di kalangan pembudidaya kerang darah Muara Badak terkait dugaan pemotongan dana tali asih sebesar 10 persen dari total Rp9,94 miliar yang diberikan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).
Seorang anggota yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa atas minimnya transparansi dalam pengelolaan dana tersebut. Ia mempertanyakan kejelasan penggunaan potongan yang dinilai tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada anggota.
“Kami tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi terkait ke mana aliran dana 10 persen itu. Nilainya besar, tapi tidak ada laporan yang jelas,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan anggota yang merasa hak mereka berkurang tanpa mekanisme yang transparan dan akuntabel.
Menanggapi hal tersebut, Humas Aliansi Kerang Darah Muhammad Yusuf bersama Ketua Aliansi Nelayan Kerang Darah Muhammad Said memberikan klarifikasi melalui sambungan panggilan grup WhatsApp, Kamis (9/4/2026).
Keduanya membenarkan adanya potongan sebesar 10 persen atau sekitar Rp994 juta.
Yusuf menegaskan potongan tersebut bukan dilakukan sepihak, melainkan merupakan hasil kesepakatan bersama 299 nelayan.
Ia tidak merinci penggunaan dana secara detail. Namun secara umum, dana tersebut digunakan untuk menutup biaya akomodasi selama proses perjuangan sejak 2024 hingga awal 2026, termasuk kebutuhan operasional serta bentuk apresiasi kepada lembaga bantuan hukum dan pihak pengacara yang mendampingi nelayan.
“Potongan tersebut merupakan biaya ganti akomodasi selama mengurus perjuangan mulai 2024 hingga 2026, serta keputusan nelayan untuk memberikan apresiasi kepada lembaga hukum dan pihak lain yang membantu secara sukarela,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Said menambahkan, kesepakatan tersebut kembali disampaikan kepada anggota menjelang pencairan dana tali asih.
Ia menyebut, kesepakatan itu telah disampaikan tiga hari sebelum pencairan dana pada 17 Maret 2026 di Balikpapan, dan diklaim telah diketahui seluruh anggota.
Menurutnya, kesepakatan tersebut juga telah dituangkan dalam notulensi rapat serta dilengkapi dengan surat kuasa.
“Bahkan semua anggota telah mengetahui sejak awal perjuangan tahun 2024. Perjuangan ini membutuhkan biaya,” pungkasnya. (*)


















































