Pemkot Bontang Mantapkan SDM Kompeten Lewat Pelatihan Vokasi 2025

2 days ago 13

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era disrupsi industri. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Vokasi Tahun 2025 yang digelar di Auditorium 3D Bontang Utara, Kamis (27/11).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Sony Suwito Adi Cahyono, hadir mewakili Wali Kota untuk menutup pelatihan angkatan sebelumnya sekaligus membuka pelatihan angkatan baru. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa digitalisasi, otomasi, dan persaingan global kini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi pencari kerja.

“Perkembangan dunia usaha berlangsung sangat cepat. Jika kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan pencari kerja tidak segera dijembatani, angka pengangguran—terutama di kalangan muda—dapat meningkat,” ujarnya.

Menurut Sony, pelatihan vokasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan strategi penting untuk membentuk tenaga kerja yang adaptif dan kompetitif di tengah perubahan industri. Pemkot Bontang terus mendorong penguatan kompetensi sebagai fondasi transformasi menuju kota industri modern.

BLKI Bontang Latih 672 Peserta, 52 Persen Terserap Kerja

Kepala UPTD BLKI Bontang, Rizal Ismid, melaporkan bahwa sepanjang 2025 lembaganya telah melatih 672 peserta melalui berbagai program berbasis kompetensi. Dari jumlah tersebut, 52 persen telah terserap di dunia kerja.

Capaian tersebut diapresiasi Sony sebagai indikator keberhasilan pelatihan vokasi dalam menjawab kebutuhan sektor industri yang terus berkembang.

BLKI juga menjalankan program sosial bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Bontang. Pelatihan ini diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk kembali produktif saat kembali ke masyarakat.

Kaltim Dorong Inovasi: e-Tenaga Kerja dan Workshop Las Bawah Air

Sekretaris Disnakertrans Kaltim, Aji Syahdu Gagah Citra, turut hadir dan memaparkan arah kebijakan ketenagakerjaan provinsi. Ia mengungkap bahwa Pemprov Kaltim tengah mengembangkan aplikasi “e-Tenaga Kerja” sebagai platform digital penghubung pencari kerja dan perusahaan. Aplikasi ini ditargetkan optimal pada 2026.

Selain itu, Aji Syahdu juga menyampaikan rencana pembangunan Workshop Las Bawah Air (Underwater Welding) di Bontang. Fasilitas yang diproyeksikan beroperasi pada 2027 ini akan menjadikan Bontang sebagai salah satu dari empat daerah di Indonesia yang memiliki pusat pelatihan keahlian khusus bernilai ekonomi tinggi tersebut.

“Underwater welding merupakan kompetensi dengan peluang kerja besar di tingkat global. Ini akan menjadi salah satu keunggulan Bontang di masa depan,” katanya.

Dengan dimulainya pelatihan vokasi angkatan baru, Pemkot Bontang berharap semakin banyak tenaga kerja kompeten yang mampu bertahan sekaligus tumbuh di tengah perubahan zaman. Sinergi pemerintah kota, provinsi, dan BLKI menjadi modal penting untuk menatap masa depan ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan kompetitif. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |