105 Kasus Suspek Campak Ditemukan di Kutim, Diskes Tunggu Hasil Laboratorium

4 hours ago 4

BONTANGPOST.ID – Sebanyak 105 kasus suspek campak ditemukan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sejak awal Januari hingga Maret 2026. Seluruh kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Samarinda.

Kepala Diskes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati menyebut status kasus belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap uji laboratorium di Labkesda Provinsi Kalimantan Timur.

“Statusnya masih suspek karena kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Samarinda,” kata Yuwana.

Ia menambahkan, temuan ini tetap menjadi perhatian karena jika terdapat satu kasus yang terkonfirmasi positif, maka dapat masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sebaran kasus suspek campak disebut hampir merata di seluruh kecamatan di Kutai Timur. Namun, jumlah terbanyak ditemukan di wilayah Sangatta Utara, Teluk Pandan, dan Sangatta Selatan.

Menurutnya, campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus morbilli dan mudah menyebar melalui droplet.

“Penularannya sangat cepat, bisa melalui percikan ludah, air liur, maupun cairan dari penderita. Gejalanya biasanya demam, muncul ruam kemerahan di kulit, disertai batuk, pilek dan mata merah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan potensi komplikasi dari penyakit ini, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak. Jika tidak ditangani dengan baik, campak bisa menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, hingga radang selaput otak. “Bahkan dalam kasus tertentu bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Diskes meningkatkan kewaspadaan di fasilitas pelayanan kesehatan. Setiap temuan kasus dengan gejala demam dan ruam diminta segera dilaporkan melalui sistem surveilans.

Pasien yang diduga terinfeksi juga dianjurkan untuk melakukan isolasi sementara guna mengurangi risiko penularan.

“Kalau ada anak yang mengalami gejala campak sebaiknya tidak dulu beraktivitas di luar rumah atau pergi ke sekolah agar tidak menularkan kepada teman-temannya,” katanya.

Selain itu, Diskes mengingatkan pentingnya imunisasi campak atau Measles Rubella (MR). Saat ini, cakupan imunisasi dosis pertama di Kutim mencapai 88 persen, sementara dosis kedua baru sekitar 65 persen.

“Artinya masih banyak anak yang tidak kembali untuk mendapatkan vaksin kedua, padahal itu penting untuk memperkuat kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Yuwana mengimbau orangtua untuk melengkapi imunisasi anak melalui posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. (KP)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |