BONTANGPOST.ID – Pembangunan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Salah satu inovasinya adalah jembatan satwa (wildlife crossing) di ruas Jalan Tol IKN Segmen 3B-2 Kariangau–Simpang Tempadung.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menjelaskan fasilitas ini menjaga konektivitas habitat satwa liar dan meminimalisir potensi konflik dengan kendaraan.
“Jembatan satwa dibangun untuk memastikan perlintasan satwa tetap aman dan mengurangi risiko kecelakaan,” ujarnya.
Jembatan ini dibangun di dua titik strategis, STA 8+325 dan STA 10+025, yang menjadi koridor alami satwa. Struktur jembatan menggunakan corrugated steel plate (CSP) dengan bentang 25 meter dan tinggi lengkung 12,7 meter, diperkuat beton arch slab setebal satu meter. Pondasi bore pile berdiameter 1,2 meter dan kedalaman 14–21 meter memastikan stabilitas konstruksi, sementara timbunan mortar busa sekitar 14.000 meter kubik mendukung kondisi geoteknik.
Jembatan ini menjadi bagian dari upaya melindungi satwa endemik Kalimantan seperti orangutan, bekantan, macan dahan, dan beruang madu yang melintas di kawasan tersebut. Yudi menegaskan bahwa pembangunan ini mengintegrasikan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan sesuai prinsip green infrastructure.
“Dengan adanya jembatan satwa, mobilitas satwa tetap terjaga, risiko kecelakaan dapat diminimalisir, dan keseimbangan ekosistem terpelihara,” pungkasnya. (KP)


















































