BONTANGPOST.ID, Bontang – Sebuah rumah yang hampir rampung dibangun di RT 26, Kelurahan Bontang Baru, ambruk setelah diterjang hujan disertai angin kencang pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 18.00 Wita, sesaat sebelum waktu berbuka puasa.
Rumah tersebut berada di Jalan Otista, tepatnya di Gang Bakau Indah 3. Bangunan berbahan kayu itu diketahui masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan telah mencapai sekitar 80 persen.
Salah satu warga yang rumahnya berada di dekat lokasi kejadian, Kasmira Sunusi, mengatakan awalnya ia mendengar suara keras seperti benda jatuh. Saat keluar rumah untuk memastikan sumber suara tersebut, ia melihat bangunan itu sudah bergoyang mengikuti hembusan angin kencang.
“Saya dengar suara keras seperti motor jatuh. Pas keluar, rumah itu sudah goyang ke kanan dan kiri karena angin, tidak lama kemudian langsung roboh,” ujarnya.
Menurutnya, saat kejadian pemilik rumah tidak berada di lokasi karena sedang bekerja di pelabuhan. Rumah tersebut rencananya akan segera ditempati setelah proses pembangunan selesai.
“Yang punya rumah tinggal di pelabuhan. Rumahnya sebenarnya sudah hampir selesai dibangun, sekitar 80 persen,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, bangunan yang roboh menutup akses gang kecil warga yang menghubungkan ke Gang Bakau Indah. Untuk sementara waktu warga harus memutar melalui jalan lain.
Selain itu, lampu penerangan gang juga padam karena kabel tertindih bangunan. Jaringan internet warga di sekitar lokasi turut terganggu akibat kabel wifi yang ikut terputus.
“Sekarang akses gang tertutup. Lampu jalan juga mati, wifi warga ikut putus karena tertindih bangunan,” jelasnya.
Hingga Minggu malam, warga menyebut belum ada petugas yang datang untuk melakukan evakuasi bangunan yang roboh tersebut.
Sementara itu, Ketua RT 26 Ayub membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan rumah yang ambruk itu milik pasangan Fitri dan Arifin. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kelurahan.
“Sudah kami laporkan ke kelurahan. Sampai sekarang kami masih menunggu tindak lanjut,” katanya. (*)


















































