BONTANGPOST.ID – Polres Penajam Paser Utara melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) terhadap sampel menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Waru.
Pengujian ini dilakukan menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SDN 008 Waru setelah menyantap menu MBG pada Rabu (11/2/2026).
Akibat kejadian tersebut, para siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing hingga harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Waru.
Tim Inafis Polres PPU, Brigpol Alvis, mengatakan sampel makanan yang diuji meliputi sejumlah menu yang disajikan kepada siswa.
“Ini apa saja? Telur, sayuran seperti wortel dan lain-lain, kemudian nasi. Ini yang bakal diperiksa dan diuji di laboratorium forensik,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah menu makanan tersebut mengandung zat tertentu yang menyebabkan gangguan kesehatan pada para siswa.
“Pihak kami akan melakukan pemeriksaan, apakah benar menu makanan tersebut mengandung sesuatu yang menyebabkan muntah, mual, atau pusing pada anak-anak atau siswa SDN 008 Waru,” jelasnya.
Brigpol Alvis menambahkan, proses uji laboratorium forensik tidak dapat dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Sampel akan diperiksa bersama pihak terkait di laboratorium terpusat guna memastikan hasil yang akurat.
“Berapa lama prosesnya, kami belum tahu. Sampel tersebut akan dilakukan bersama. Memang harus begitu, karena di PPU tidak bisa dilakukan pengujian tersebut,” katanya.
Ia juga menjelaskan perbedaan antara makanan basi dan makanan beracun. Menurutnya, keduanya memiliki karakteristik berbeda.
“Di sini harus saya jelaskan, makanan basi dan beracun itu beda. Kalau beracun itu ada zat yang memang bersifat racun. Kalau basi, itu biasanya terjadi penurunan level pH saja,” terangnya.
Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (KP)


















































