BONTANGPOST.ID, Bontang – Program peningkatan jalan di kawasan Kampung Gotong Royong, Kota Bontang, akan kembali dilanjutkan tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menyiapkan sejumlah pekerjaan infrastruktur, mulai dari pembangunan turap, box culvert, drainase hingga pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 300 meter.
Kepala Bidang Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurdin, menjelaskan kondisi topografi di kawasan tersebut menjadi tantangan utama dalam pengerjaan proyek.
“Ada perbedaan elevasi cukup tinggi antara rumah warga dan badan jalan, sekitar 3 sampai 4 meter. Jadi mau tidak mau kita bangun turap dulu sebelum pengecoran jalan,” kata Anwar.
Ia menuturkan pembangunan turap penahan tanah sangat penting untuk mencegah risiko longsor yang dapat mengancam rumah warga di sekitar lokasi.
Karena itu, pekerjaan akan diawali dengan pembangunan struktur penahan tanah, kemudian dilanjutkan dengan pengecoran badan jalan.
Selain turap, pada titik terendah kawasan tersebut juga akan dibangun box culvert untuk mengatasi aliran air. Sistem drainase menjadi bagian penting agar air tidak menggerus badan jalan yang baru dicor.
“Pekerjaannya meliputi turap, pasangan batu, drainase, box culvert, dan pengecoran jalan. Panjangnya kira-kira 300 meter, tapi nanti menyesuaikan dengan volume anggaran,” ujarnya.
Titik pengerjaan nantinya bukan membuka ruas jalan baru. Pembangunan akan dilanjutkan dari batas pengecoran yang telah dilakukan pada 2023 lalu. Namun, pengecoran belum akan mencapai ujung jalan yang berdekatan dengan kawasan perusahaan.
“Ini masih bertahap dan masih cukup panjang pengerjaannya. Tentunya harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” tambahnya.
Untuk tahun ini, Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk melanjutkan proyek tersebut. Nilai ini masih di bawah kebutuhan perencanaan awal yang diperkirakan mencapai Rp7 miliar.
Anwar menjelaskan panjang akhir proyek nantinya bergantung pada hasil perhitungan detail engineering design (DED) serta nilai kontrak final. Meski begitu, pihaknya menargetkan output panjang jalan tetap optimal sesuai pagu anggaran.
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada Maret bersamaan dengan sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Kota Bontang.
“Kalau sesuai jadwal, Maret sudah mulai bergerak. Kita upayakan administrasi dan pemilihan penyedia tidak molor,” jelasnya.
Sebagai informasi, pembangunan jalan di Kampung Gotong Royong telah dimulai sejak 2023 dengan anggaran Rp870 juta. Pada 2024, Pemkot Bontang kembali mengalokasikan Rp2 miliar untuk pembangunan badan jalan alternatif yang direncanakan mendukung perluasan kawasan RSUD Taman Husada.
Sementara pada tahun lalu, pemerintah juga menganggarkan sekitar Rp13 miliar untuk pekerjaan semenisasi di kawasan tersebut. (ak)















































