Labkesda Bontang Tetap Beroperasi Selama Pembangunan Gedung Baru

16 hours ago 13

BONTANG – Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang memastikan operasional Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) tetap berjalan meski pembangunan gedung baru dimulai tahun ini. Pelayanan kepada masyarakat ditegaskan tidak akan terganggu selama proses konstruksi berlangsung.

Kepala Diskes Bontang, Bachtiar Mabe, mengatakan pembangunan Labkesda menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Namun, di sisi lain, pihaknya juga harus memastikan pelayanan tetap berjalan normal.

“Ini memang dilema. Di satu sisi pembangunan harus dilakukan, tapi pelayanan juga tidak boleh berhenti. Jadi sementara ini Labkesda lama tetap digunakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemindahan operasional dalam waktu dekat belum memungkinkan karena membutuhkan biaya besar. Perkiraan awal yang hanya ratusan juta rupiah ternyata membengkak hingga miliaran rupiah.

“Biaya pindah itu besar. Jadi kita putuskan menunggu sampai pembangunan selesai, baru pindah sekaligus supaya lebih efisien,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, aktivitas pelayanan laboratorium tetap berlangsung di gedung lama hingga fasilitas baru siap digunakan sepenuhnya. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Yang penting pelayanan tidak terganggu. Itu prioritas utama,” tegasnya.

Diketahui, bangunan lama Labkesda nantinya akan terdampak rencana pengembangan Rumah Sakit Taman Sehat. Sementara gedung baru akan dibangun di samping Kantor Kelurahan Tanjung Laut.

Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk pembangunan tahap awal. Lahan untuk proyek tersebut sebelumnya telah diratakan sebagai bagian dari persiapan.

Dalam perencanaan awal, Labkesda akan dibangun dua lantai. Lantai dasar difungsikan untuk pelayanan laboratorium, sedangkan lantai atas digunakan untuk ruang kantor, administrasi, serta fasilitas pendukung seperti ruang pertemuan.

“Hitungan awalnya dua lantai dengan total kebutuhan sekitar Rp 28 miliar. Namun saat ini anggaran yang tersedia baru Rp 11 miliar, sehingga pembangunannya dilakukan bertahap,” terangnya.

Dengan keterbatasan anggaran, Diskes masih menunggu arahan teknis final terkait skema pembangunan. Opsi yang dipertimbangkan antara lain memaksimalkan satu lantai terlebih dahulu atau membangun struktur dua lantai dengan penyelesaian bertahap.

“Kita harus hati-hati. Jangan sampai dibangun setengah-setengah tapi tidak bisa dimanfaatkan. Itu yang paling kita hindari,” pungkasnya.

Pembangunan Labkesda tetap mengacu pada standar fasilitas laboratorium kesehatan. Kekurangan anggaran akan diupayakan terpenuhi pada tahap berikutnya sesuai kemampuan keuangan daerah. (ak) 

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |