Induk Buaya Bisa Bertelur Puluhan Butir, Populasi di Pesisir Bontang Berpotensi Melonjak

18 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang – Populasi buaya di wilayah pesisir Kota Bontang diperkirakan terus bertambah. Hal ini dipicu kemampuan reproduksi predator tersebut yang tergolong tinggi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, mengatakan satu induk buaya mampu menghasilkan puluhan telur dalam sekali masa berkembang biak.

Menurutnya, dalam satu kali bertelur, induk buaya dapat menghasilkan sekitar 30 butir telur. Jika sebagian besar telur tersebut menetas dan mampu bertahan hidup, jumlah populasi buaya di suatu wilayah bisa meningkat dalam waktu relatif singkat.

“Kalau orang bilang di Loktuan ada 50 ekor, menurut saya itu masih kecil. Karena satu induk buaya saja bisa bertelur sekitar 30 butir,” ujarnya saat ditemui, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, tingkat kelangsungan hidup anak buaya juga cukup tinggi. Hal ini karena induk buaya biasanya menjaga anak-anaknya hingga mampu bertahan hidup sendiri di alam.

Kondisi tersebut membuat potensi pertambahan populasi buaya di perairan pesisir Bontang cukup besar, terutama di kawasan yang masih memiliki habitat yang mendukung.

Berdasarkan catatan Disdamkartan Bontang, sepanjang 2025 terdapat 25 laporan penampakan buaya di sejumlah wilayah pesisir. Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 10 ekor buaya.

Sementara itu, sebagian lainnya tidak berhasil ditangani karena predator tersebut langsung kembali ke perairan.

“Sebagian berhasil ditangkap, tapi banyak juga yang lolos karena langsung masuk ke air,” jelasnya.

Beberapa kawasan yang kerap dilaporkan menjadi lokasi kemunculan buaya antara lain Loktuan, Selambai, dan Tanjung Limau.

Amiluddin menilai kemunculan buaya di sekitar permukiman warga juga dipengaruhi oleh ketersediaan sumber makanan, salah satunya limbah ikan yang dibuang ke laut.

“Buaya memiliki penciuman yang kuat. Kalau ada limbah ikan yang dibuang ke laut, tentu mereka akan datang,” katanya.

Selain faktor makanan, berkurangnya habitat alami juga diduga membuat buaya semakin sering muncul di kawasan permukiman pesisir.

Untuk meningkatkan penanganan di lapangan, Disdamkartan Bontang mengusulkan pengadaan senapan bius agar proses evakuasi buaya dapat dilakukan dari jarak jauh.

Menurut Amiluddin, selama ini petugas hanya berani melakukan penangkapan saat air surut atau ketika buaya terjebak di lokasi sempit.

“Kalau di air kami tidak berani mendekat. Dengan senapan bius, penanganan bisa dilakukan dari jarak jauh dan lebih aman,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |