Imbas Pemangkasan TKD, Porprov VIII Kaltim di Paser Berpotensi Mundur ke 2027

6 hours ago 5

BONTANGPOST.ID – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur VIII yang rencananya digelar Oktober–November 2026 di Kabupaten Paser berpotensi mundur ke 2027. Penundaan ini dipicu keterbatasan anggaran sejumlah kabupaten dan kota setelah adanya pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Muhammad Faisal, saat dikonfirmasi Rabu (4/3/2026), membenarkan jadwal pelaksanaan Porprov masih belum final dan menunggu keputusan bersama.

Menurutnya, tuan rumah telah menyatakan kesiapan menggelar ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Namun, persoalan muncul dari kesiapan daerah peserta.

“Tuan rumah sudah siap 2026. Tapi pertanyaannya, apakah kabupaten dan kota siap? Kalau yang ikut hanya dua daerah, bisa kacau juga,” ujarnya.

Dari hasil rapat koordinasi terakhir, sekitar 50 persen pemerintah kabupaten/kota disebut belum mengalokasikan anggaran untuk pengiriman atlet. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang harus diselesaikan agar pelaksanaan Porprov berjalan optimal.

Dalam waktu dekat, Dispora Kaltim akan kembali menggelar rapat bersama pemerintah daerah, KONI, dan pihak terkait lainnya. Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Ramadan itu akan menentukan apakah Porprov tetap digelar 2026 atau digeser ke 2027.

Sejumlah daerah, lanjut Faisal, mengusulkan pelaksanaan diundur hingga triwulan ketiga 2027 demi memastikan kesiapan anggaran dan teknis penyelenggaraan.

Selain jadwal, skema venue juga masih dibahas. Opsi pelaksanaan multi-venue menjadi alternatif agar beban tidak sepenuhnya ditanggung satu daerah. Model ini mengacu pada konsep seperti Pekan Olahraga Nasional yang digelar di lebih dari satu wilayah.

“Nanti dicari jalan tengahnya. Misalnya ada cabang olahraga di Paser, sebagian di Balikpapan, Berau, atau Samarinda. Jadi tidak memberatkan satu daerah, tapi event tetap berjalan,” jelasnya.

Faisal menegaskan ketidakpastian jadwal bukan karena tuan rumah belum siap secara teknis, melainkan karena banyak daerah belum menganggarkan biaya pengiriman atlet dalam APBD masing-masing pasca pemangkasan TKD. (KP)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |